Santoso Hami Joyo

Menyorot Pendidikan Riau Setiap Saat dan Mencerdaskan Anak Negeri Dengan Saling Berbagi Ilmu Melalui www.mahasiswariau1.blogspot.com . "Bersama Kita Cerdas Dan Pasti Bisa"

Breaking News

Selasa, 23 Desember 2014

Tuanku Tambusai Pahlawan Melayu Riau

Tijger van Rokan atau dalam bahasa Indonesia bermakna Harimau dari Rokan adalah julukan Belanda kepada Tuanku Tambusai karena amat sulit dikalahkan, tidak pernah menyerah, dan tidak mau berdamai dengan Belanda. Keteguhan sikapnya diperlihatkan dengan menolak ajakan Kolonel Elout untuk berdamai. ditambah dengan kepintaran dan kegeniusannya dalam berperang melawan penjajah. Tuanku Tambusai lahir di Dalu-dalu, nagari Tambusai, Rokan Hulu, Riau 5 November 1784 . Dalu-dalu merupakan salah satu desa pedangang minangkabau yang didirikan di tepi sungai Sosah, anak Sungai Rokan. Tuanku Tambusai memiliki nama kecil Muhammad Saleh. ia merupakan anak dari pasangan perantau Minang, Tuanku Imam Maulana Kali dan Munah. Ayahnya berasal dari nagari Rambah dan merupakan seorang guru agama Islam. Oleh Raja Tambusai ayahnya diangkat menjadi imam dan kemudian menikah dengan perempuan setempat. Ibunya berasal dari nagari Tambusai yang bersuku Kandang Kopuh. Sesuai dengan tradisi Minang yang matrilineal, suku ini diturunkannya kepada Tuanku Tambusai.


Untuk memperdalam ilmu agama, Tuanku Tambusai pergi belajar ke Bonjol dan Rao diSumatra Barat. Disana beliau banyak belajar dengan ulama-ulama Islam yang berpaham Paderi, hingga dia mendapatkan gelar fakih. Ajaran Paderi begitu memikat dirinya, sehingga ajaran ini disebarkan pula di tanah kelahirannya. Disini ajarannya dengan cepat diterima luas oleh masyarakat, sehingga ia banyak mendapatkan pengikut. Perjuangannya dimulai di daerah Rokan Hulu dan sekitarnya dengan pusat  benteng Dalu-dalu atau dikenal dengan dengan benteng tujuh lapisSetelah berhasil menyatukan masyarakat ia melanjutkan perlawanan ke wilayah Natal pada tahun 1823.kemudian Tahun 1824, ia memimpin pasukan gabungan Dalu-dalu, Lubuksikaping, Padanglawas, Angkola, Mandailing, dan Natal untuk melawan Belanda.
Dalam kurun waktu 15 tahun, Tuanku Tambusai cukup merepotkan pasukan Belanda, sehingga sering meminta bantuan pasukan dari Btavia. Berkat kecerdikannya, benteng Belanda Fort Amerongen dapat dihancurkan. Bonjol yang telah jatuh ke tangan Belanda dapat direbut kembali walaupun tidak bertahan lama. Tuanku Tambusai tidak saja menghadapi Belanda, tetapi juga sekaligus pasukan Raja Gedombang (regent Mandailing) dan Tumenggung Kartoredjo, yang berpihak kepada Belanda. Pada tanggal 28 Desember 1838 lewat trik licik ala belanda, benteng Dalu-dalu jatuh ke tangan Belanda. Lewat pintu rahasia, ia meloloskan diri dari kepungan Belanda dan sekutu-sekutunya. Ia mengungsi dan wafat diSerembanNegri Sembilan, Malaysia. pada tanggal 12 November 1882 ia meninggal dunia disana. Atas perjuang dan jasa beliau dalam menghadapi penjajah belanda, pada tahun 1998 ia resmi di tetapkan pemerintah menjadi pahlawan Nasional.
            Pahlawan Riau yang terlupakan ….
Perjuangannya yang begitu gigih dan berani adalah sebuah contoh baik bagi generasi penerus bangsa ini, khususnya anak muda Riau. Akan tetapi seiring dengan pergeseran zaman ditambah kurangnya perhatian pemerintah Riau dalam memperkenalkan dan mempromosikan sosok Tuanku Tambusai membuat namanya seolah ditelan bumi. Apalagi masyarakat Pekanbaru hanya menenal Tuanku Tambusai sebagai salah satu jalan yang ada di Pekanbaru bukan pada sosok perjuangannya, hal ini tentunya patut kita cemaskan, karena apabila kita biarkan, generasi penerus Riau akan kehilangan sosok panutan pemimpin. Oleh sebab itu seharusnya pemerintah gencar untuk memperkenalkan sosok pejuang ini dihadapan public, sehingga nilai-nilai kepahlawanannya bisa dijadikan panutan bagi generasi penerus.
Benteng aur berduri, bukti sejarah yang tak diperhatikan …
Benteng aur berduri (Bambu berduri) adalah sebutan dari benteng tujuh lapis, benteng  yang terletak di Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Riau ini adalah benteng pasukan Tuanku Tambusai dalam menghadapi Belanda. Didirikan dengan alat seadanya oleh pasukan Tuanku Tambusai, tidak membut benteng ini mudah untuk di takhlukkan belanda. terbukti dengan serangkayan serangan Belanda yang gagal untuk menghancurkan benteng tujuh lapis.
Sebahagian masyarakat memang mengenal benteng tujuh lapis dengan sebutan benteng aur berduri, ini di karenakan disekeliling benteng tujuh lapis ditanami bambu berduri untuk memperkokoh benteng, sehingga pihak musuh tidak akan berani menerobos benteng. selain pohon bambu berdurinya tertanam rapi dan Rapat disekeliling benteng, beberapa pos rahasia penembak jitu (Pada waktu itu masih menggunakan panah), juga di bangun untuk menambah kokohnya benteng yang terdiri dari tujuh bagian ini.
            Benteng tujuh lapis adalah benteng yang terdiri dari tujuh lapisan bagian benteng, didirikan di pinggiran batang sosah. Benteng ini merupakan benteng yang kokoh dan menjadi pertahanan tangguh bagi pasukan Tuanku Tambusai dalam menghadapi belanda. Akan tetapi melihat keadaan benteng tujuh lapis saat ini, membuat ketangguhannya dahulu seolah tenggelam oleh deretan batang sawit warga. Semak-semak ilalang, di tebangnya pohon bambu berduri yang menjadi cirikhas benteng tujuh lapis, serta beberapa mariam yang menjadi bukti ketangguhan benteng terletak terbengkalai begitu saja, bahkan beberapa mariampun telah hilang dicuri oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini tentunya sangat kita sayangkan mengingat benteng tujuh lapis merupakan peninggalan penting sebagai bukti sejarah perjuangan Tuanku Tambusai. Pepatah tua mengatakan ‘’Bangsa besar adalah bangsa yang mempunyai sejarah, dan orang besar adalah orang yang menghargai sejarah’’, oleh sebab itu bagaimana bisa kita akan di akui sebagai bangsa yang besar sedangkan kita tidak pernah menghargai peninggalan sejarah para-pejuang kita. Pemerintah seharusnya lebih berperan aktif dalam memperbaiki dan menjaga situs situs benteng tujuh lapis. Dimulai dari merenofasi stutruktur benteng yang sulit dikenali sampai membangun fasilitas mendukung sebagai tujuan wisata pengenalan sejarah. Selain itu peran kepedulian masyarakat adalah bagian yang tak terpisahkan dalam menjaga keutuhan benteng tujuh lapis. Sehingga benteng tujuh lapis bisa dijadikan sebagai tujuan masyarakat dalam mengenal para pejuang terdahulu khususnya Tuanku Tambusai dan menjadikannya sebagai sosok contoh dalam perjuangan kita saat ini. 




*******
Lanjutkan baca ...

Minggu, 21 Desember 2014

Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah putra sultan Hamengkubuwono III. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 11 November 1785. Ketika kecil, Pangeran Diponegoro bernama Raden Mas Ontowiryo, sejak kecil, beliau diasuh oleh neneknya yang bernama Ratu Ageng. Pangeran Diponegoro pergi meninggalkan keraton ke desa Tegalrejo. Hal ini beliau lakukan karena tidak suka campur tangan Belanda dalam hal pemerintahan di Yogyakarta. Belanda juga telah merusak kebudayaan keraton dan agama Islam, misalnya dengan meminum minuman keras.

Ketika berada di Tegalrejo, Pangeran Diponegoro melihat langssung kesengsaraan rakyat akibat ulah Belanda. Beliau sangat marah ketika melihat diatas makam para leluhurnya, dipasang patok-patok untuk membuat jalan dari Yogyakarta ke Magelang. Belanda melakukannya tanpa bermusyawarah dan minta izin kepada Pangeran Diponegoro. Lalu, Pangeran Diponegoro mencabut dan menancapkan tombak.



Akibatnya, Belanda menyerbu kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Akan tetapi, beliau dan pengikutnya telah pergi. Karena tidak berhasil, Belanda kemudian membakar kediaman Pangeran Diponegoro. Tindakan Belanda ini, akhirnya meyulut pecahnya perang Diponegoro. Rakyat bangsawan dan para alim ulama mendukung perang Diponegoro. Semua bersatu  padu membantu beliau mengusir Belanda dari Nusantara. Para pengikut Pangeran Diponegoro antara lain Kyai Maja, Pangeran Mangkubumi dan Sentot Prawirodirdjo.


Dalam perang Diponegoro, pihak Belanda banyak menderita kerugian. Tentara Belanda dipimpin oleh Jendral Van de Kock. Pangeran Diponegoro berperang  dengan cara gerilya. Beliau mendirikan markas berpindah-pindah, seperti di Gua Selarong, Plered, Deksa dan Pengasih. Akan tetapi, dengan tipu daya, Belanda berhasil menangkap Pangeran Diponegoro. Beliau ditangkap di rumah Residen Kedu, Magelang pada tanggal 28 Maret 1830 saat menghadiri perundingan damai. Selanjutnya, beliau diasingkan ke Manado. Lalu beliau dipindahkan ke Makasar hingga wafat tahun 1855. 





*******
Lanjutkan baca ...

Teuku Umar Pejuang Asal Aceh

Teuku umar adalah pejuang yang sangat ditakuti Belanda. Teuku umar dilahirkan di Meulaboh tahun 1854. Beliau terkenal karena keberanian  dan kehebatan taktik perangnya, yaitu taktik perang gerilya. Taktik ini membuat Belanda kewalahan. Akhirnya, Gubernur Jendral Aceh berpura-pura mengajak damai. Maksudnya, untuk menundukan Teuku umar. Tawaran ini diterima oleh Teuku umar. Akan tetapi, ia hanya berpura-pura berdamai dengan Belanda. Dengan siasat ini, ia akan mendapatkan senjata modern  yang dapat digunakan untuk melanjutkan perjuangan.



Teuku umar lalu diangkat menjadi panglima perang. Ia dan pasukannya dipersenjatai lengkap untuk mengamankan Aceh. Teuku umar seolah-olah memerangi laskar yang menindas rakyat Aceh. Padahal, laskar yang berjuang untuk kepentingan rakyat Aceh hanya pura-pura diperanginya. Belanda tak menyadari siasat itu, Mereka tetap percaya bahwa Teuku umar berhasil  mengamankan seluruh Aceh. Oleh karena itu, Belanda terus menambah senjata dan perlengkapan perang lainnya.

Pada tanggal 18 Maret 1896, Teuku umar beserta pasukannya berbalik menggempur  pasukan Belanda. Belanda tidak menyangka Teuku umar akan berbalik menyerang mereka. Teuku umar berhasil membawa 800 pucuk senjata, 25.000 butir peluru, uang sebanyak 18.000 gulden dan peralatan lainnya. Dalam pertempuran itu banyak tentara Belanda yang tewas. Hal itu membuat panglima tentara Belanda, yaitu Jendral Van Heutz mengerahkan tentara dengan kekuatan besar untuk menangkap Teuku umar.


Pada tanggal 11 Maret 1899, terjadi pertempuran di Meulaboh. Teuku umar pun gugur. Beliau dimakamkan di desa Mugo, pedalaman Meulaboh. Teuku umar telah gugur sebagai kusuma bangsa. Akan tetapi, semangat perjuangannya tetap hidup dan harus kita teruskan sebagai anak bangsa dan pewaris kemerdekaan.




*******
Lanjutkan baca ...

Sabtu, 20 Desember 2014

Charles Babbage Seorang Penemu Komputer Pertama Kali

Charles Babbage yang lahir 26 Desember 1792, daerah yang sekarang dikenal dengan nama Southwark, London, anak dari Benjamin Babbage, seorang Banker. Kelebihannya dalam matematika sangat menonjol. Saat memasuki Trinity College di Cambridge tahun 1811, dia mendapati bahwa kemampuan matematikanya jauh lebih baik, bahkan daripada tutornya sendiri.seorang matematikawan dari Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram. Sebagian dari mesin yang dikembangkannya kini dapat dilihat di Musium Sains London.


Di usia 20 tahunan Babbage bekerja sebagai seorang ahli matematika terutama dibidang fungsi kalkulus. Tahun 1816, dia terpilih sebagai anggota "Royal Society" (organisasi sains dan akademis independen Inggris Raya, masih aktif hingga kini) dan memainkan peran penting di yayasan "Astronomical Society" (organisasi Astronomi dan geofisika Inggris raya, masih aktif hingga kini) pada tahun 1820. Pada masa ini Babbage mulai tertarik pada mesin hitung, yang berlanjut hingga akhir hayatnya.



Pada masa itu, perhitungan dengan menggunakan tabel matematika sering mengalami kesalahan. Babbage ingin mengembangkan cara melakukan perhitungan secara mekanik, sehingga dapat mengurangi kesalahan perhitungan yang sering dilakukan oleh manusia. Saat itu, Babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakan oleh Wilhelm Schickard, Blaise Pascal, dan Gottfried Leibniz. Gagasan awal tentang mesin Babbage ditulis dalam bentuk surat yang ditulisnya kepada Masyarakat Astronomi Kerajaan berjudul "Note on the application of machinery to the computation of astronomical and mathematical tables" ("catatan mengenai penerapan mesin bagi penghitungan tabel astronomis dan matematis") tertanggal 14 Juni 1822.

Tahun 1821 Babbage menciptakan Difference Engine, sebuah mesin yang dapat menyusun Tabel Matematika. Saat melengkapi mesin tersebut di tahun 1832, Babbage mendapatkan ide tentang mesin yang lebih baik, yang akan mampu menyelesaikan tidak hanya satu jenis namun berbagai jenis operasi aritmatika. Mesin ini dinamakan Analytical Engine (1856), yang dimaksudkan sebagai mesin pemanipulasi simbol umum, serta mempunyai beberapa karakteristik dari komputer modern. Diantaranya adalah penggunaan punched card, sebuah unit memori untuk memasukkan angka, dan berbagai elemen dasar komputer lainnya.


Karya Babbage kurang begitu terkenal sampai suatu saat dia bertemu dengan Ada Countess of Lovelace, anak dari Lord Byron. Babbage mula-mula bertemu ada di sebuah acara tanggal 6 Juni 1833. Sembilan tahun kemudian, Luigi Federico Manabrea (seorang insinyur dari Italia) menjelaskan cara kerja Analytical Engine. Karya ini kemudian diterjemahkan dan ditambahkan notes oleh Lovelace di tahun 1843. Mulai dari saat itu orang mulai mengenal karya Charles Babbage.

Tahun 1937, tulisan Babbage menjadi perhatian Howard H. Aiken, sarjana tamatan Harvard. Aiken yang juga sedang mencoba menyelesaikan rancangan mesin komputer, tergerak oleh gagasan Babbage. Bekerjasama dengan IBM, Aiken sanggup membuat Mark I, komputer pertama untuk segala keperluan. Dua tahun sesudah Mark I dioperasikan (1946), kelompok insinyur dan penemu lain menyelesaikan ENIAC, mesin hitung elektronik pertama. Sejak itu, kemajuan teknologi komputer berkembang pesat.

Mesin hitung punya pengaruh begitu besar di dunia, malahan akan menjadi lebih penting lagi di masa depan, sumbangan pikiran Babbage terhadap perkembangan komputer tidaklah lebih besar ketimbang Aiken atau ketimbang John Mauchly dan J.O. Eckert (tokoh utama dalam perancangan ENIAC). Atas dasar itu paling sedikit ada tiga pendahulu Babbage (Blaise Pascal, Gottfried Leibniz dan Joseph Marie Jacquard) sudah membuat sumbangan setara dengan Babbage. Pascal, seorang matematikus, filosof dan ilmuwan Perancis menemukan mesin penjumlahan mekanis tahun 1642.

Tahun 1828 sampai 1839, Babbage medapat gelar the Lucasian chair of mathematics (gelar professor matematika paling bergengsi di dunia) dari Universitas Cambridge. Selain mesin hitung, Babbage juga memberikan berbagai kontribusi lain. Diantaranya menciptakan sistem pos modern di Inggris, menyusun table asuransi pertama yang dapat diandalkan, menemukan locomotive cowcather (struktur berbentuk segitiga di bagian depan kereta api, yang mampu membersihkan rel dari gangguan) dan beberapa lainnya. Selain itu Babbage juga menyumbangkan ide-idenya di bidang ekonomi dan politik.


Charles Babbage juga seorang ahli cryptanalysis yang berhasil memecahkan vigenere cipher (polyalphabet cipher). Kepandaiannya ini sebetulnya sudah dimilikinya sejak tahun 1854, setelah dia berhasil mengalahkan tantangan Thwaites untuk memecahkan ciphernya. Akan tetapi penemuannya ini tidak dia terbitkan sehingga baru ketahuan di abad 20 ketika para ahli memeriksa notes-notes (tulisan, catatan) Babbage.


Dibalik seluruh keberhasilannya, kegagalan dalam pembuatan mesin perhitungan dan kegagalan bantuan pemerintah kepadanya, meninggalkan Babbage dalam kecewaan dan kesedihan di akhir masa hidupnya. Charles Babbage meninggal 18 Oktober 1871 pada umur 79 tahun, meninggalkan anak ; Benjamin Herschel Babbage (1815), Charles Whitmore Babbage (1817), Georgiana Whitmore Babbage (1818), Edward Stewart Babbage (1819), Francis Moore Babbage (1821), Dugald Bromheald Babbage (1823), Henry Prevost Babbage (1824), Alexander Forbes Babbage (1827), Timothy grant Babbage (1829)



*******
Sumber : http://www.sdi.net.id/view-biografi-penemu-komputer-pertama-kali-charles-babbage.html
Lanjutkan baca ...

Rabu, 12 November 2014

Shalahuddin Al-Ayyubi Pahlawan Perang Salib

Shalahuddin Al-Ayyubi sebenarnya hanya nama julukan dari Yusuf bin Najmuddin. Shalahuddin merupakan nama gelarnya, sedangkan al-Ayyubi nisbah keluarganya. Beliau sendiri dilahirkan pada tahun 532 H/ 1138 M di Tikrit, sebuah wilayah Kurdi di utara Iraq. Sejak kecil Shalahuddin sudah mengenal kerasnya kehidupan.
Pada usia 14 tahun, Shalahuddin ikut kaum kerabatnya ke Damaskus, menjadi tentara Sultan Nuruddin, penguasa Suriah waktu itu. Karenan memang pemberani, pangkatnya naik setelah tentara Zangi yang dipimpin oleh pamannya sendiri, Shirkuh, berhasil memukul mundur pasukan Salib (crusaders) dari perbatasan Mesir dalam serangkaian pertempuran.
Shalahuddin Al-Ayyubi 

Pada tahun 1169, Shalahuddin diangkat menjadi panglima dan gubernur (wazir) menggantikan pamannya yang wafat. Setelah berhasil mengadakan pemulihan dan penataan kembali sistem perekonomian dan pertahanan Mesir, Shalahuddin mulai menyusun strateginya untuk membebaskan Baitul Maqdis dari cengkeraman tentara Salib.
Shalahuddin terkenal sebagai penguasa yang menunaikan kebenaran—bahkan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme. Tepat pada bulan September 1174, Shalahuddin menekan penguasa Dinasti Fatimiyyah supaya tunduk dan patuh pada Khalifah Daulat Abbasiyyah di Baghdad. Belom cukup sampai di situ, tiga tahun kemudian, sesudah kematian Sultan Nuruddin, Shalahuddin melebarkan sayap kekuasaannya ke Suriah dan utara Mesopotamia.
Satu persatu wilayah penting berhasil dikuasinya: Damaskus (pada tahun 1174), Aleppo atau Halb (1138) dan Mosul (1186). Sebagaimana diketahui, berkat perjanjian yang ditandatangani oleh Khalifah Umar bin Khattab dan Uskup Sophronius menyusul jatuhnya Antioch, Damaskus, dan Yerusalem pada tahun 636 M, orang-orang Islam, Yahudi dan Nasrani hidup rukun dan damai di Suriah dan Palestina.
Mereka bebas dan aman menjalankan ajaran agama masing-masing di kota suci tersebut. Perang Salib Namun kerukunan yang telah berlangsung selama lebih 460 tahun itu kemudian porak-poranda akibat berbagai hasutan dan fitnah yang digembar-gemborkan oleh seorang patriarch bernama Ermite.
Provokator ini berhasil mengobarkan semangat Paus Urbanus yang lantas mengirim ratusan ribu orang ke Yerusalem untuk Perang Salib Pertama. Kota suci ini berhasil mereka rebut pada tahun 1099.
Ratusan ribu orang Islam dibunuh dengan kejam dan biadab, sebagaimana mereka akui sendiri: “In Solomon’s Porch and in his temple, our men rode in the blood of the Saracens up to the knees of their horses.” Menyadari betapa pentingnya kedudukan Baitul Maqdis bagi ummat Islam dan mendengar kezaliman orang-orang Kristen di sana, maka pada tahun 1187 Shalahuddin memimpin serangan ke Yerusalem. Orang Kristen mencatatnya sebagai Perang Salib ke-2.
Pasukan Shalahuddin berhasil mengalahkan tentara Kristen dalam sebuah pertempuran sengit di Hittin, Galilee pada 4 July 1187. Dua bulan kemudian (Oktober tahun yang sama), Baitul Maqdis berhasil direbut kembali.
Berita jatuhnya Yerusalem menggegerkan seluruh dunia Kristen dan Eropa khususnya. Pada tahun 1189 tentara Kristen melancarkan serangan balik (Perang Salib ke-3), dipimpin langsung oleh Kaisar Jerman Frederick Barbarossa, Raja Prancis Philip Augustus dan Raja Inggris Richard ‘the Lion Heart’. Perang berlangsung cukup lama. Baitul Maqdis berhasil dipertahankan, dan gencatan senjata akhirnya disepakati oleh kedua-belah pihak.
Pada tahun 1192 Shalahuddin dan Raja Richard menandatangani perjanjian damai yang isinya membagi wilayah Palestina menjadi dua: daerah pesisir Laut Tengah bagi orang Kristen, sedangkan daerah perkotaan untuk orang Islam; namun demikian kedua-belah pihak boleh berkunjung ke daerah lain dengan aman.
Setahun kemudian, tepatnya pada 4 Maret 1193, Shalahuddin menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ketika meninggal dunia di Damaskus, Shalahuddin tidak memiliki harta benda yang berarti. Padahal beliau adalah seorang pemimpin. Tapi hal baik yang ditinggalkan oleh orang baik selalu akan menjadi bagian kehidupan selamanya.
Kontribusinya buat Islam sungguh tidak pernah bisa diukur dengan apapun di dunia ini. Parcel untuk Musuh Banyak kisah-kisah unik dan menarik seputar Shalahuddin al-Ayyubi yang layak dijadikan teladan, terutama sikap ksatria dan kemuliaan hatinya. Di tengah suasana perang, ia berkali-kali mengirimkan es dan buah-buahan untuk Raja Richard yang saat itu jatuh sakit.
Ketika menaklukkan Kairo, ia tidak serta-merta mengusir keluarga Dinasti Fatimiyyah dari istana-istana mereka. Ia menunggu sampai raja mereka wafat, baru kemudian anggota keluarganya diantar ke tempat pengasingan mereka. Gerbang kota tempat benteng istana dibuka untuk umum. Rakyat dibolehkan tinggal di kawasan yang dahulunya khusus untuk para bangsawan Bani Fatimiyyah. Di Kairo, ia bukan hanya membangun masjid dan benteng, tapi juga sekolah, rumah-sakit dan bahkan gereja.
Shalahuddin juga dikenal sebagai orang yang saleh dan wara‘. Ia tidak pernah meninggalkan salat fardu dan gemar salat berjamaah. Bahkan ketika sakit keras pun ia tetap berpuasa, walaupun dokter menasihatinya supaya berbuka. “Aku tidak tahu bila ajal akan menemuiku,” katanya. Shalahuddin amat dekat dan sangat dicintai oleh rakyatnya. Ia menetapkan hari Senin dan Selasa sebagai waktu tatap muka dan menerima siapa saja yang memerlukan bantuannya. Ia tidak nepotis atau pilih kasih.
Pernah seorang lelaki mengadukan perihal keponakannya, Taqiyyuddin. Shalahuddin langsung memanggil anak saudaranya itu untuk dimintai keterangan. Pernah juga suatu kali ada yang membuat tuduhan kepadanya. Walaupun tuduhan tersebut terbukti tidak berdasar sama sekali, Shalahuddin tidak marah. Ia bahkan menghadiahkan orang yang menuduhnya itu sehelai jubah dan beberapa pemberian lain. Ia memang gemar menyedekahkan apa saja yang dimilikinya dan memberikan hadiah kepada orang lain, khususnya tamu-tamunya. Ia juga dikenal sangat lembut hati, bahkan kepada pelayannya sekalipun. Pernah ketika ia sangat kehausan dan minta dibawakan segelas air, pembantunya menyuguhkan air yang agak panas. Tanpa menunjukkan kemarahan ia terus meminumnya. Kezuhudan Shalahuddin tertuang dalam ucapannya yang selalu dikenang: “Ada orang yang baginya uang dan debu sama saja.” 
Lanjutkan baca ...

Sultan Muhammad Al-Fatih Penakluk Konstatinopel

Semenjak hari pertama menjadi sultan, Mehmed II telah mematrikan tekad untuk mewujudkan cita-cita leluhurnya, menaklukkan Konstantinopel. Oleh karena itu, ia segera menyiapkan segala sesuatunya untuk mewujudkan cita-cita itu. Birokrasi kerajaan ia rapikan. Tentara perang ia tata. Strategi ia matangkan.

Sultan Muhammad Al-Fatih
Bagi Mehmed II menaklukkan Konstantinopel memang tidak mudah. Sebagai benteng Kristen di Eropa dan Asia, tentu pasukan Salib akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan diri. Ini terbukti bahwa sejak kakek buyutnya penaklukan Konstantinopel tak pernah bisa terwujud. Sudah ratusan ribu pasukan telah dikerahkan, namun benteng Konstantinopel tak bisa ditembus. Pada masa kakeknya misalnya, pasukan Turki Ottoman telah berhasil mengepung Konstantinopel sehingga bisa memaksa Kaisar Konstantinopel pada waktu itu menyerah. Akan tetapi, keberhasilan yang sudah berada di depan mata itu akhirnya berantakan ketika tentara Mongol yang dipimpin Timurlenk menyerang Turki Ottoman.
Menghadapi kondisi yang sulit tersebut maka mau tak mau kakek Mehmed II, Bezayid, menarik pasukannya dari Konstantinopel. Belajar dari kegagalan demi kegagalan tersebut maka selain mempersiapkan kekuatan militer, Mehmed II juga mempelajari segala hal tentang Konstantinopel. Salah satu yang ia pelajari adalah mitologi tentang kota tua itu. Sepanjang hari ia habiskan waktunya di perpustakaan. Buku-buku kuno ia buka dan baca halaman demi halaman. Ia berusaha terus mencari rahasia di balik benteng-benteng Konstantinopel sehingga kota itu tak mudah dirobohkan.
Setelah sekian lama menyusuri isi buku demi buku akhirnya Mehmed II menemukan apa yang dicarinya. Dalam sebuah buku dijelaskan tentang keyakinan rakyat Konstantinopel. Mereka, rakyat Konstantinopel, percaya bahwa kota mereka akan selalu dilindungi oleh bulan purnama. Bagi mereka bulan purnama ibarat payung suci yang akan selalu memberikan berkah pada Konstantinopel. Pertama kali membaca mitologi ini awalnya Mehmed II tidak begitu hirau. Akan tetapi, setelah merenungkannya akhirnya ia memperoleh pelajaran yang cukup berharga, yang kelak pelajaran tersebut akan ia gunakan ketika menyerang Konstantinopel. Begitu mendapatkan apa yang telah dicarinya, rasa percaya Mehmed II semakin bertambah. Ia yakin Konstantinopel akan dapat dikuasai.
Kini secara mental Mehmed II telah siap. Sekarang tinggal bagaimana ia mempersiapkan pasukannya. Turki Ottoman memang telah memiliki yanisari, sebuah pasukan khusus yang andal. Tapi Mehmed II menyadari kalau hal ini tidak akan cukup untuk bisa mengalahkan Konstantinopel. Maka ia mengundang beberapa ahli pembuatan misau dan pengolahan logam. Selama beberapa hari mereka mengadakan diskusi yang mendalam tentang pembuatan senjata baru. Dan, akhirnya mereka mampu mengembangkan meriam jenis baru. Meriam ini diberi nama Orhan. Para sejarawan mencatat bahwa meriam yang dibuat tersebut–diberi nama Meriam Raja–merupakan meriam terbesar pada masa itu, beratnya ratusan ton dan memerlukan ratusan tentara untuk mengangkatnya.
Jam telah berganti hari. Hari berganti bulan. Dan, persiapan pun semakin matang. Pada titik akhir persiapan Mehmed II telah berhasil mengumpulkan 250.000 pasukan, jumlah ini lebih besar dari kekuatan militer manapun. Selama bertahun-tahun pasukan tersebut telah dilatih untuk menghadapi segala macam medan pertempuran.
Setelah persiapan militer ia anggap cukup, Mehmed II membuat perjanjian damai dengan musuh-musuhnya. Perjanjian yang dibuat antara lain dengan Kerajaan Galata. Strategi ini ternyata cukup ampuh. Adanya perjanjian-perjanjian tersebut membuat Bizantium panik. Oleh karena itu, tak mengherankan kalau mereka mencoba membujuk Mehmed II agar menghentikan serangan. Akan tetapi, usaha itu sia-sia. Mehmed II bergeming. Ia teguh pada pendiriannya.
Strategi selanjutnya yang dilakukan Mehmed II adalah menguasai kota Rumeli. Kota ini terletak di Selat Bhosphorus, di antara tebing yang memisahkan Eropa dan Asia. Sejak lama kota ini mempunyai peran yang penting bagi pelayaran dunia. Kapal dari Eropa yang hendak ke Asia, dan begitu sebaliknya, selalu melalui kota ini. Dengan direbutnya kota tersebut oleh pasukan Mehmed II maka jalan untuk menguasai Konstantinopel tinggal sejengkal lagi.

6 April 1453 dan hari-hari berikutnya

Pasukan Turki Ottoman sampai di pintu gerbang Konstantinopel. Begitu sampai di tempat tersebut Sultan Mehmed II segera berpidato pada pasukannya. Dalam pidatonya Sultan Mehmed II menyampaikan bahwa tinggal selangkah lagi mengalahkan Konstantinopel, dan tinggal umat Islam sendiri mau atau tidak mewujudkan impian itu. Pidato itu disambut dengan suka cita oleh para pasukan. Semangat mereka membuncah. Suara teriakan mereka membelah cakrawala Konstantinopel.

Keesokan harinya, Sultan Mehmed II membagi pasukannya menjadi tiga lapis. Lapis pertama terdiri dari kesatuan Yanisari dan pasukan terlatih lainnya. Mereka ini bertugas menembus benteng Konstantinopel. Kemudian lapisan kedua dan ketiga terdiri dari pasukan penyangga yang bertugas membantu pasukan lapisan pertama. Dengan posisi ini diharapkan serangan dapat dilakukan secara terus-menerus.
Sejarah Yanisari tak bisa dilepaskan dari munculnya Kapikulu. Kapikulu merupakan pasukan khusus yang pada awalnya digunakan untuk mengawal dan melindungi keluarga kerajaan. Sebagian besar anggota Kapikulu merupakan tawanan perang yang kemudian memluk agama Islam. Mereka ini kemudian dilatih untuk menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dengan tugas utama mengawal raja dan keluarga kerajaan dari ancaman musuh. Nah, dari anggota Kapikulu yang terbaik inilah kemudian direkrut menjadi anggota Yanisari.
Keanggotaan Yanisari semakin meningkat ketika Murad II (Mehmed I, ayah Mehmed II) naik tahta. Selain untuk melawan kekuatan Orde Naga, pasukan khusus yang dimiliki pasukan Salib, Yanisari juga digunakan untuk melindungi sang sultan dari serangan lawan-lawan politik—masa Murad II merupakan masa perang saudara yang berlangsung cukup lama. Sebagai anggota Yanisari selain mengambil prajurit terbaik dari Kapikulu, Murad II juga merekrut pemuda-pemuda Turki dan sanak keluarganya.
Sebagai pasukan khusus dan organisasi rahasia, perekrutan Yanisari sangat tertutup. Siapapun yang menjadi anggota Yanisari maka keluarganya tidak ada yang mengetahui. Dan, kerahasiaan tersebut akan dijaga sampai ajal menjemput. Guna menjaga agar kerahasiaan tersebut tetap terjaga maka sistem perekrutan yang digunakan adalah berdasarkan sistem keluarga. Misalnya, ketika sang bapak menjadi anggota Yanisari maka ia akan merekrut anak tertuanya. Biasanya sang anak akan benar-benar direkrut setelah menginjak usia 24 atau 25. Tradisi inilah yang terus dijaga oleh Yanisari sampai berabad-abad kemudian.
Anggota Yanisari mendapatkan gaji tetap dari kerajaan yang akan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Mereka juga diberikan semacam lencana khusus oleh sultan untuk membedakan dengan prajurit lainnya. Lencana inilah yang akan diwariskan kepada anaknya bila si bapak akan pensiun.
Sebagai pasukan khusus, anggota Yanisari dilengkapi dengan senjata api. Pada masanya, senjata api merupakan senjata paling modern, sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menggunakannya. Selain senjata api mereka juga dilengkapi dengan granat tangan.
Selain dilatih cara berperang, anggota Yanisari juga dilatih ketrampilan lainnya. Ketrampilan-ketrampilan yang diajarkan adalah cara memasak, mengobati, menyiapkan senjata, memasang tenda, dan kerja-kerja teknis yang lainnya. Dengan kemampuan yang beragam tersebut diharapkan anggota Yanisari mampu bertahan dalam segala situasi.
Komando Yanisari dipegang langsung oleh sultan, Dan, hanya sultan pula yang mengetahui siapa saja yang menjadi anggota Yanisari. Dengan sistem ini tak mengherankan kalau Yanisari berkembang sangat solid dan rahasia.
Sementara itu di laut, kapal-kapal Turki Ottoman telah disiapkan pula. Empat ratus kapal sudah siap melakukan serangan dari lautan. Dari kejauhan kapal-kapal tersebut mirip dengan kotak korek api yang tertata dengan rapi. Persiapan yang dilakukan di laut memang tak semulus di daratan. Ketika akan memasuki Tanjung Emas, kapal-kapal tersebut terhalang oleh rantai-rantai besar yang dipasang oleh Bizantium. Sehingga banyak kapal yang berada di tempat tersebut terjebak dan akhirnya karam. Angkatan laut Turki Ottoman berusaha mematahkan rantai-rantai tersebut, tapi tak berhasil. Situasi semakin sulit ketika pasukan salib dari Eropa datang untuk membantu angkatan laut Bizantium. Perang panah pun terjadi di lautan. Anak-anak panah melesat seperti ribuan burung srigunting.
Kegagalan di laut tak membuat pasukan Turki Ottoman yang berada di daratan patah arang. Mereka mulai melakukan serangan. Benteng Konstantinopel selain dihujani dengan anak panah juga dengan hantaman peluru yang berasal dari meriam. Akibatnya, beberapa bagian benteng Konstantinopel roboh. tentu saja situasi ini membuat pasukan Bizantium panik karena selama ini belum ada yang bisa merobohkan benteng Konstantinopel. Situasi yang semakin kritis membuat Kaisar Bizantium berusaha terus-menerus memberikan semangat pada prajuritnya. Ia meyakinkan kalau Konstantinopel tidak akan jatuh karena akan dilindungi oleh Yesus dan Maria. Ia pun melakukan misa di gereja Hagia Sophia.
Hampir selama satu bulan pasukan Bizantium bisa mempertahankan benteng Konstantinopel. Serangan-serangan yang dilakukan oleh pasukan Turki Ottoman memang berhasil membuat beberapa bagian benteng roboh, tapi tetap tidak bisa menembus benteng. Inilah yang membuat semangat pasukan Bizantium meningkat. Mereka meyakini kata-kata kaisar mereka bahwa Konstantinopel akan selalu dilindungi oleh Yesus dan Maria.
Selama masa penyerangan pasukan Turki Ottoman ini, Kaisar Bizantium berusaha untuk membujuk Sultan Mehmed II. Ia menawarkan daerah-daerah lain yang dimilikinya asalkan Sultan Mehmed II menghentikan serangan terhadap Konstantinopel. Akan tetapi, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Sultan Mehmed II. Sang sultan menjawab tawaran tersebut dengan mengirimkan surat. Surat itu berbunyi:
“Wahai Kaisar Bizantium, jika engkau rela menyerahkan Konstantinopel maka aku bersumpah bahwa tentaraku tidak akan mengancam nyawa, harta, dan kehormatan rakyat Konstantinopel. Aku akan melindungi rakyatmu yang ingin tinggal dan hidup di Konstantinopel. Dan, bagi rakyatmu yang akan meninggalkan Konstantinopel maka keamanan mereka akan dijamin.”
Karena tidak ada titik temu maka pertempuran pun terus berlanjut. Pada tanggal 18 April pasukan Turki Ottoman kembali melakukan serangan besar-besaran. Serangan ini mampu merobohkan benteng Konstantinopel yang berada di Lembah Lycos. Selain serangan darat, pasukan Turki Ottoman juga menggencarkan serangan dari laut. Armada laut Turki Ottoman berusaha untuk menerobos rantai-rantai bergerigi yang dipasang oleh pasukan Bizantium. Akan tetapi, usaha ini belum juga menemukan keberhasilan. Akibatnya banyak kapal perang Turki Ottoman yang tenggelam. Hal ini menyebabkan sebagian besar pasukan yang ada di laut pupus harapan. Pada kondisi seperti ini Sultan Mehmed II segera memberikan suntikan semangat pada prajuritnya. Ia berkata, “Kalian tawan semua kapal Bizantium atau kalian semua tenggelam.” Selesai mengucapkan kata-kata itu ia memacu kudanya sampai ke bibir pantai. Lecutan semangat dari sang sultan itu mampu membangkitkan kembali moral pasukan Turki Ottoman. Mereka kembali bertempur, berusaha menerjang rantai-rantai di lautan. Namun sekali lagi usaha ini tidak berhasil. Pasukan laut Bizantium yang telah bergabung dengan pasukan Salib berhasil menghadang gerak maju pasukan Turki Ottoman.
Kegagalan serangan laut itu membuat gusar Sultan Mehmed II. Ia segera memecat panglima angkatan laut, Palta Oglu, menggantikannya dengan Hamzah Pasha. Sementara itu, moral prajurit Turki Ottoman kembali meluruh. Keadaan inilah yang mendorong Khalil Pasha, wazir Turki Ottoman, mengusulkan pada Sultan Mehmed II untuk membatalkan serangan dan menerima kesepakatan yang ditawarkan oleh Kaisar Konstantinopel. Jelas, usul tersebut ditolak mentah-mentah oleh Sultan Mehmed II. Sebagai pewaris Kesultanan Turki Ottoman ia tidak akan menyerah begitu saja. Maka ia berpikir keras agar jalan buntu itu bisa diurai. Ia mempunyai keyakinan pasti ada jalan keluar untuk bisa menerobos Tanjung Emas. Dan benar, setelah berpikir dengan serius akhirnya Sultan Mehmed II menemukan ide yang menakjubkan, yaitumemindahkan kapal dari lautan lewat darat.
Begitu mendapatkan ide “gila”, pada malam harinya Sultan Mehmed II memerintahkan agar prajuritnya memindahkan kapal perang dari laut ke darat. Awalnya ide ini dijalankan dengan setengah hati oleh para prajurit Turki Ottoman karena mengira sultan mereka telah gila akibat tidak berhasil melakukan serangan dari laut. Akan tetapi, setelah Sultan Mehmed II menjelaskan secara rinci bagaimana cara memindahkan kapal-kapal itu, mereka mulai bisa menerima.
Awalnya Sultan Mehmed II memerintahkan pada prajuritnya untuk mengumpulkan kayu gelondongan dan minyak goreng. Kayu-kayu tersebut kemudian diolesi dengan minyak goreng sehingga menjadi licin. Setelah semuanya siap kemudian sang sultan memerintahkan agar kapal-kapal perang mulai ditarik ke daratan dengan menjadikan kayu-kayu gelondongan sebagai rodanya. Para prajurit bekerja keras menjalankan perintah sultannya. Mereka terus bekerja sepanjang malam.

Pada malam itu, dengan diterangi bintang gemintang, kapal-kapal perang Turki Ottoman mulai berlayar di daratan. Kapal-kapal tersebut melintasi lembah dan bukit. Sebuah peristiwa yang kelihatannya tidak masuk akal. Akhirnya, berkat kerja keras pasukan Turki Ottoman, ketika pagi telah pecah di ufuk timur, 70 kapal perang Turki Ottoman telah berpindah lokasi, berhasil melintasi Tanjung Emas lewat daratan, melintasi Besiktas ke Galata.
Rakyat Bizantium begitu terkejut melihat peristiwa “kapal-kapal yang berlayar di daratan”. Mereka tak percaya dengan kejadian yang mereka lihat. Karena tak percaya, sebagian dari mereka menggosok-gosok mata, dan sebagian yang lain mencubit diri mereka sendiri untuk memastikan bahwa semuanya bukan mimpi. Tapi kenyataan memang kenyataan. Setelah yakin bahwa peristiwa yang mereka lihat adalah kenyataan, tuduhan-tuduhan pun mulai terlontar. Sebagian dari mereka berpandangan bahwa pasukan Turki Ottoman pastilah dibantu oleh jin dan setan. Sementara itu, Yilmaz Oztuna, penulis buku “Osmanli Tarihi”, menceritakan bagaimana seorang ahli sejarah Bizantium berkata, “Tidaklah kami pernah melihat atau mendengar hal ajaib seperti ini. Muhammad al-Fatih telah menukar darat menjadi lautan, melayarkan kapalnya di puncak gunung dan bukannya di ombak lautan. Sesungguhnya Muhammad al-Fatih dengan usahanya ini telah mengungguli yang pernah dilakukan Alexander the Great!”
Begitulah keajaiban itu terjadi. Sampai saat ini usaha Sultan Mehmed II tersebut masih dikenang.
Ide Sultan Mehmed II yang awalnya dianggap sebelah mata oleh orang-orang terdekatnya, ternyata setelah berhasil berdampak luar biasa. Rasa percaya diri pasukan Turki Ottoman kembali terlecut. Mereka tak lesu lagi dan siap melancarkan serangan kembali. Serangan mematikan pun tinggal menunggu waktu.
Ketika purnama telah berlalu Sultan Mehmed II merencanakan serangan itu dilancarkan. Mengapa ia memilih serangan pada saat ini? Dari membaca buku-buku tentang mitologi masyarakat Konstantinopel ia mendapatkan bahwa mereka percaya bahwa selama bulan purnama maka kota mereka akan selalu dilindungi. Karena kepercayaan ini maka baik prajurit maupun masyarakat Konstantinopel akan yakin bahwa mereka tak akan bisa dikalahkan. Inilah yang menyebabkan mereka sulit dikalahkan. Oleh karena itu, ketika purnama telah berlalu Sultan Mehmed II melancarkan serangan terakhir.
Sebelum serangan dilancarkan, Sultan Mehmed II memerintahkan agar dibuat terowongan untuk menembus benteng Konstantinopel. Maka ketika serangan diputuskan, pasukan Turki Ottoman mulai memasuki terowongan.
27 Mei 1453

Sebelum serangan dimulai, Sultan Mehmed II dan pasukannya menjalankan shalat. Seusai shalat mereka kemudian berdoa, meminta kepada Allah swt agar kemenangan yang sudah berada di depan mata itu menjadi kenyataan. Sementara itu, penduduk Konstantinopel juga melakukan hal serupa. Mereka menggelar misa di gereja Hagia Sophia.

29 Mei 1453

Malam telah melewati ambang. Hanya gemintang yang menemani malam. tak ada secuil pun cahaya purnama. Pada saat inilah pasukan Turki Ottoman melakukan serangan besar-besaran. Pasukan Turki Ottoman berusaha memasuki benteng Konstantinopel. Kali ini pasukan Turki Ottoman terdiri dari tiga lapis. Lapis pertama terdiri dari pasukan yang berasal dari Anatolia, sedangkan lapis kedua dan ketiga merupakan kesatuan Yanisari.

Melihat serangan besar-besaran ini, Giustiniani–salah satu panglima Bizantium–menyarankan agar Constantine mundur. Akan tetapi, saran tersebut ditolak oleh Constantine. Beberapa ahli sejarah menceritakan bahwa Constantine melepas baju perang dan kemudian bertempur bersama pasukannya. Dan, setelah perang usai jasadnya tidak pernah ditemukan.
Akhirnya, setelah berperang selama sebulan pasukan Turki Ottoman bisa menguasai kota Konstantinopel melalui pintu Edinerne. Begitu memasuki kota Konstantinopel, Sultan Mehmed II dalam pidatonya menyatakan akan melindungi seluruh penduduk kota itu yang menyerahkan diri. Ia juga berjanji melindungi tempat-tempat ibadah, baik milik orang-orang Kristen maupun Yahudi. Rupanya ia mengikuti yang dilakukan Saladin ketika menaklukkan Yerusalem. Pidato yang terkenal ini disampaikan Sultan Mehmed II di pelataran Hagia Sophia, di hadapan penduduk Konstantinopel.
Ketika Konstantinopel benar-benar bisa direbut, Mehmed II berkata, “…sesungguhnya kalian melihat aku gembira sekali. Kegembiraanku ini bukanlah semata-mata karena kejayaan kita menaklukkan kota ini. Akan tetapi karena di sisiku hadir syeikhku yang mulia, dialah pendidikku, asy-Syeikh Ak Semsettin.”
Konstantinopel telah berhasil ditaklukkan. Ramalan itu terwujud sudah. Benteng Salib pun telah berhasil dipatahkan oleh Sang Penakluk.
Lanjutkan baca ...

Selasa, 11 November 2014

Soeharto – Bapak Pembangunan Indonesia

Nama lengkap Soeharto beserta gelarnya adalah Jendral Besar TNI Purn. Haji Muhammad Soeharto. Beliau dilahirkan pada tanggal 8 Juni 1921 di dusun Kemusuk, desa Argomulyo, kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Soeharto adalah anak ke tiga dari pasangan Kertosudiro dan Sukirah.
Soeharto - Presiden ke-2 Republik Indonesia

Soeharto diasuh oleh orangtua kandungnya hanya selama 40 hari, setelah itu Soeharto diasuh oleh Mbah Kromo yang masih adik kakek Soeharto. Soeharto tidak diasuh oleh orang tuanya sendiri karena ibunya sudah bercerai dengan ayahnya dan ibunya menderita penyakit tertentu yang membuatnya tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai ibu.

Dengan Mbah Kromo inilah Soeharto mendapatkan kasih sayang yang utuh dan sangat berkesan sampai beliau tua. Dikisahkan bahwa saat kecil Mbah Kromo sangat menyayanginya. Ia sering digendong Mbah Kromo di punggungnya, membawanya untuk membajak sawah, bermain air dan lumpur serta menggembala kerbau. Itu adalah kenangan manis buat Soeharto.

Saat memasuki sekolah dasar yaitu ketika berusia delapan tahun, Soeharto ganti diasuh oleh kakeknya yang asli, yaitu kakak dari Mbah Kromo yang bernama Mbah Atmosudiro. Karena keluarganya selalu berpindah-pindah, sekolah Soeharto jadi sering berpindah pula. Awalnya bersekolah di SD di Desa Puluhan, Godean. Kemudian pindah di SD Pedes Yogyakarta dan lanjut lagi pindah ke Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, dimana kakeknya menitipkan Soeharto di rumah bibinya yang menjadi istri dari seorang mantri tani bernama Prawirowiharjo.

Di keluarga bibinya ini, Soeharto digembleng dengan aneka kedisiplinan. Mulai dari disiplin dalam menjalani hidup ataupun dalam belajar disekolah. Soeharto termasuk anak yang cerdas, di sekolah ia selalu unggul di mata pelajaran berhitung. Ia juga digembleng disiplin tentang agama. Bibinya tak tanggung-tanggung dalam menerapkan pendidikan agama di keluarganya termasuk anak-anaknya dan keponakannya yaitu Soeharto.

Soeharto juga diajari tentang bertani yang baik oleh suami bibinya yaitu paman Prawirowiharjo. Mungkin ilmu tani inilah yang kelak diterapkan Soeharto dalam mensukseskan swasembada pangan saat ia menjadi Presiden. Selain bersekolah dan bertani, Soeharto juga sangat aktif mengaji. Setelah pulang sekolah Soeharto mengaji sampai semalam suntuk. Ia juga aktif di kepanduan atau pramuka yang saat itu bernama Hizbul Wathan. Disela-sela harinya Soeharto sangat senang membaca. Ia telah membaca sejarah RA Kartini dan Pangeran Diponegoro.

Saat menginjak usia 14 tahun, saat itu Soeharto sudah masuk SMP, ia dititipkan di rumah teman ayahnya yang bernama Hardjowijono. Soeharto bersekolah di SMP Muhammadiyah Yogyakarta. Ia memilih bersekolah disana karena sekolah tidak mewajibkan siswanya memakai sepatu bahkan boleh memakai sarung dan tanpa alas kaki. (Jaman dahulu sangat jarang sekolah menegenakan sepatu dan seragam karena harganya yang mahal bahkan sendal pun juga jarang). 

Setelah lulus SMP Soeharto tidak melanjutkan sekolahnya lagi karena tidak memiliki biaya, namun sebenarnya ia sangat ingin sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari pekerjaan. Pada tahun 1942 Soeharto melamar menjadi anggota KNIL atau Koninklijk Nederlands Indisce Leger yaitu tentara kerajaan Belanda. Namun Soeharto yang awal diterima berpangkat sersan ini hanya bekerja selama tujuh hari karena Belanda menyerah pada Jepang.

Akhirnya Sersan Soeharto pun pulang ke kampung halamannya di Kemusuk. Soeharto tidaklah menyerah, ia semakin sering mencari-cari lowongan pekerjaan terutama yang berkenaan dengan ketentaraan. Usahanya tidaklah sia-sia, pada tanggal 1 Juni 1940 Soeharto diterima menjadi siswa sekolah militer Gombong – Jawa Tengah. Disana ia sangat keras belajar dan berlatih sehingga ia menjadi lulusan terbaik, menjadi prajurit teladan dan pangkatnya pun naik menjadi kopral.

Pada tanggal 5 Oktober 1945, Soeharto resmi menjadi anggota TNI. Saat perang kemerdekaan berakhir, ia menjadi Komandan Brigade Garuda Mataram dengan pangkat letnan kolonel. Soeharto lah yang menjadi pemimpin penumpasan pemberontakan Andi Azis di Mataram.

Pada tahun 1949, Belanda kembali menyerang Indonesia tepatnya Yogyakarta (Belanda masih ingin menjajah Indonesia). Soeharto yang saat itu menjadi pimpinan Brigade X menerima perintah dari Panglima Besar Soedirman untuk melakukan serangan terhadap Belanda. Sebenarnya ide ini muncul dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Akhirnya pada tanggal 1 Maret 1949 Letkol Soeharto memimpin Brigade X untuk melakukan serangan umum dan berhasil menduduki Yogyakarta selama enam jam. Ini untuk membuktikan di dunia internasional dan Belanda bahwa Republik Indonesia dan TNI masih ada. Serangan ini terkenal dengan nama Serangan Umum 1 Maret.

Karena jasanya ini kemudian ia diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang dan pada tanggal 1 Januari 1957 pangkatnya dinaikkan menjadi kolonel.

Kegemilangan kariernya sempat ia nodai dengan catatan hitam yaitu ia pernah hampir dipecat dan di bawa ke pengadilan militer karena tertangkap sedang memeras perusahaan –perusahaan di Jawa Tengah dengan menggunakan institusi militernya. Namun ia sedang beruntung karena dibela oleh Jenderal Gatot Subroto sehingga ia hanya dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung Jawa Barat.

Soeharto memang ahli dibidang strategi, karena keahliannya ini ia diangkat menjadi Panglima Komando Mandala dalam Pembebasan Irian Barat. Pada tanggal 1 Mei 1963 ia diangkat menjadi Pangkostrad dan ia kemudian berperan dalam penumpasan PKI karena PKI telah melakukan gerakan yang membahayakan negara.

Pada suatu malam tanggal 30 September 1965 terjadilah peristiwa yang menggemparkan negeri yaitu diculik dan dibunuhnya lima Jendral dari Angkatan Darat. Kelima Jendral ini dibuang disumur tua yang bernama Lubang Buaya. Peristiwa ini dipimpin oleh LetKol Untung Syamsuri yang merupakan pemimpin pasukan Tjakrabirawa yaitu pasukan pengawal kepresidenan. Saat dikonfirmasi, LetKol Untung melakukan hal itu karena adanya kabar bahwa akan ada kudeta untuk menyingkirkan Presiden Soekarno pada hari ABRI 5 Oktober 1965. Kabarnya kudeta ini akan dilakukan oleh Dewan Jendral yang didukung oleh CIA. Akhirnya untuk mencegah hal itu pasukan Tjakrabirawa bersama orang dari partai komunis atau PKI melakukan penculikan terhadap kelima anggota Dewan Jendral tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan sejaran adalah kenapa nama Soeharto yang juga merupakan anggota Dewan Jendral tidak dimasukkan kedalam target penculikan.

Keesokan harinya setelah mendapat kabar bahwa ada lima jendral yang diculik dan dibunuh maka Soeharto sebagai Pangkostrad langsung turun tangan untuk mengamankan Jakarta. Sebenarnya turun tangannya Soeharto untuk mengamankan Jakarta sudah melalui prosedur karena pimpinan diatasnya yaitu Letjen Ahmad Yani tak diketahui rimbanya dan setelah ditelisik ternyata Ahmad Yani juga menjadi target penculikan. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Soeharto tak masuk kedalam daftar penculikan dan mengapa Soeharto juga tidak mendengar kabar akan adanya penculikan dewan Jendral hal ini tak masuk akal mengingat Soeharto juga masuk kedalam jajaran dewan jendral.

Setelah mendapatkan Surat perintah sebelas maret atau Supersemar dari Presiden Soekarno (Supersemar juga diragukan kebenaran dan keasliannya) yang memberikan wewenang dan mandat pada Soeharto agar melakukan langkah-langkah untuk memulihkan keadaan maka Soeharto segera membubarkan PKI dan mengejar serta menangkap siapa saja yang dicurigai anggota PKI. Sejumlah menteri juga ditangkap karena dituduh terlibat dalam G 30S/PKI.  Banyak nyawa orang yang dibunuh karena dicurigai sebagai PKI.

Soeharto dianggap berhasil memulihkan keadaan dan ia dianugerahi Jendral bintang empat pada 1 Juli 1966. Dan setelah pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno yang berjudul NAWAKSARA ditolak oleh MPR maka Soeharto ditunjuk dan diangkat sebagai Presiden RI yang kedua melalui sidang istimewa MPRS pada 7 Maret 1967.

Awal kepemimpinan Soeharto ditandai dengan adanya konsep Orde Lama dan Orde Baru. Orde Lama adalah sebutan bagi kepemimpinan Presiden Soekarno sedang Orde Baru adalah sebutan untuk kepemimpinan dirinya. Soeharto sangat menarik garis tegas antara Orde Lama atau Orde Baru. Dan ia juga dikenal sangat tegas menuduh orang yang akan menentang dirinya dengan tuduhan PKI. Penulis masih ingat jika dahulu ada orang ingin mengkritisi Soeharto maka tak segan-segan ia menuduh orang tersebut PKI dan harus dihukum atau bahkan diculik dan dibunuh.

 Pengucilan politik juga kerap dilakukan pada orang berpengaruh yang berseberangan dengan dirinya. Orang tersebut akan dibuang ke pulau Buru atau diusir keluar dari Indonesia. Banyak diplomat Indonesia yang masih orangnya Soekarno yang tak bisa lagi pulang ke Indonesia selama bertahun-tahun karena dianggap pembangkang.

Di bidang keluar negerian Soeharto sangat berseberangan dengan Soekarno. Jika diera Soekarno Indonesia keluar dari PBB karena Soekarno menganggap PBB hanya alat negara adidaya untuk lebih menjajah negara lemah maka di era Soeharto justru Indonesia masuk lagi menjadi anggota PBB. Selain itu Soekarno dikenal sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa sehingga Soekarno tidak mau jika ada negara lain yang menyumbang Indonesia tapi ujung-ujungnya malah mendikte pemerintah Indonesia namun berbeda dengan Soeharto. Diera Soeharto Indonesia justru meminjam dana dari IMF dan dari negara maju lainnya sehingga ada istilah negara donor.

Program Rezim Soeharto diarahkan lebih ke ekonomi yaitu bagaimana menyelamatkan inflasi yang sangat tinggi. Langkah yang diambil Soeharto adalah dengan meminjam dana dari luar negeri dan dari IMF. Selain itu Soeharto juga menarik investor asing. Dari langkah ini inflasi yang begitu tinggi berhasil dikendalikan dan stabilitas ekonomi akhirnya tercapai.

Setelah stabilitas keamanan dan ekonomi tercapai program Soeharto selanjutnya adalah melakukan pembangunan nasional yang dirancang melalui pembangunan jangka pendek yang berkisar lima tahun dan pembangunan jangka panjang yang berkisar 25 sampai 30 tahun.

Di bidang pangan Soeharto terbukti sukses mengantar Indonesia untuk ber swasembada pangan. Dari negara yang selalu mengimpor beras menjadi negara yang bisa mencukupi kebutuhan pangannya sendiri atau dikenal dengan istilah swasembada pangan. Selain itu Soeharto juga sukses dalam program Keluarga Berencana atau KB dimana dalam satu keluarga disarankan hanya memiliki dua anak saja.

Karena keberhasilan inilah Soeharto didapuk untuk berpidato di depan konferensi FAO yang diadakan di Roma Italia pada tanggal 14 November 1985. Dalam pidatonya itu Soeharto berkata “Jika pembangunan di bidang pangan ini dinilai berhasil, itu merupakan kerja raksasa dari seluruh bangsa Indonesia.”Soeharto juga menyerahkan bantuan satu juta ton gabah kering pada rakyat Afrika yang sedang berjuangvmelawan kelaparan. Namun swasembada beras yang dicapai Indonesia tahun 1984 ini ternyata tak dapat dicapai lagi ditahun-tahun berikutnya.

Sedangkan untuk keberhasilannya dalam program KB, Soeharto diundang PBB untuk memberikan pidatonya yaitu, “Kenaikan produksi pangan tidak banyak berarti jika pertambahan jumlah penduduk tidak terkendali,” begitu ia berkata dalam pidatonya.

Di ranah politik Soeharto telah menyatukan partai politik yang awalnya banyak menjadi hanya tiga yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (GOLKAR), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dimana dari ketiga partai itu GOLKAR lah yang merupakan anak emas Soeharto karena itu adalah bentukan Orde Baru untuk melanggengkan kedudukannya sebagai Presiden.

Dalam hal ekonomi terbukti memang selama masa jabatannya 32 tahun pemerintah jarang melakukan perubahan anggaran karena pemerintah telah sukses menghadirkan stabilitas politik yang mendukung stabilitas ekonomi. Kebijakan Soeharto dalam pembangunan bangsa tertuang ke dalam Trilogi Pembangunan yang berisi stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pemerataan pembangunan.

Soeharto begitu hebat dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi namun sayangnya kekuatan ekonomi yang dibangun Soeharto bertumpu pada utang luar negeri sehingga pada tahun 1997 saat Krisis melanda Asia, Indonesia mengalami imbasnya. Harga barang-barang merangkaka naik, nilai tukar rupiah terhadap dolar pun turun tajam yang semula satu dolar bernilai 2500 rupiah meroket menjadi bernilai 10.000 rupiah.

Ditengah krisis ekonomi yang sangat menyengsarakan rakyat ini Soeharto terpilih kembali menjadi Presiden yang ke tujuh kalinya dengan wakil Presiden saat itu adalah Prof Ing BJ Habibie melalui sidang MPR tanggal 10 Maret 1998. Dalam pidatonya Soeharto menyatakan bahwa krisis akan segera berlalu dan semua akan kembali ke kondisi normal. Namun hal itu tak meredam geramnya bangsa Indonesia saat itu yang harus menanggung dampak krisis. PHK terjadi dimana-mana karena banyak perusahaan tutup.

Menghadapi krisis ekonomi yang sangat hebat tersebut akahirnya banyak sekali unjuk rasa yang menghendaki Soeharto mundur dari jabatannya. Rakyat merasa selama ini dibohongi karena ternyata kestabilan ekonomi yang selama ini mereka rasakan tak sekuat yang diduga dan sangat rapuh sekali. Apalagi terdengar desas desus bahwa selama Soeharto menjadi Presiden mulai tahun 1968 sampai sekarang ternyata banyak melakukan penyimpangan dan korupsi.

Puncak dari aksi unjuk rasa adalah saat tanggal 12 Mei 1998 dimana ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat menduduki gedung MPR/DPR. Mereka menginginkan agar Soeharto mundur dari jabatannya dan menginginkan agar harga sembako yang saat itu melangit dapat dibendung.

Unjuk rasa semakin menjadi saat Mahasiswa Trisakti yang saat itu berunjuk rasa di dalam kampus mereka mulai keluar kampus untuk bergabung dengan mahasiswa yang sudah menduduki gedung DPR/MPR dan dihalang-halangi aparat dengan gas air mata dan tembakan yang akhirnya menewaskan empat orang mahasiswa. Empat mahasiswa Trisakti yang tewas yaitu Hery Hartanto, Hafidhin Alifidin Royan, Elang mulia Lesmana dan Hendriawan Sie.

Tewasnya empat mahasiswa memicu aksi yang lebih brutal lagi. Masyarakat yang semakin geram dengan pemerintah saat itu benar-benar menjadi marah. 14 Mei 1998 terjadi kerusuhan berdarah di Jakarta yang sasarannya adalah warga etnis keturunan, dimana banyak toko dan supermarket milik warga keturunan cina yang dibakar dan dijarah habis-habisan. Dijalanan banyak mobil yang dibakar, benar-benar Jakarta saat itu sangat mencekam.

Soeharto yang saat itu sedang ada lawatan ke Mesir akhirnya menyatakan tidak akan menolak jika ia diminta mundur dari jabatannya oleh rakyat Indonesia. Hal ini semakin menguat dengan adanya sebelas menteri bidang ekuin mengundurkan diri.

Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya menjadi Presiden RI. Peristiwa ini ditayangkan detik per detik oleh stasiun televisi dari dalam dan luar negeri. Berjuta mata menonton dengan seksama peristiwa turunnya Soeharto dari kursi presiden setelah 32 tahun ia menjabatnya. Peristiwa jatuhnya Soeharto ini kemudian terkenal dengan istilah “Lengser Keprabon”.

Setelah Soeharto berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia, banyak pihak menuntut agar Soeharto dan antek-anteknya diusut dan diadili atas berbagai penyimpangan selama ia berkuasa. Dan yang paling santer adalah korupsi. Harta keluarga Soeharto harus diusut yang diduga berasal dari hasil korupsi yang lebih dikenal dengan sebutan pengusutan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau KKN.

Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Dimana melalui kekuasaannya Soeharto mengeluarkan Kepres No 90 Tahun 1995 yang isinya setiap pengusaha wajib menyumbangkan 2 persen keuntungannya untuk Yayasan tersebut.

Menurut Transparency International Soeharto adalah pimpinan dengan penggelapan dana terbanyak dibandingkan pemimpin negara negara lain didunia. Atau dengan kata lain ia adalah presiden terkorup di dunia dengan dan akorupsi sekitar 15-35 miliar dolar A.S selama kurun waktu menjabat sebagai presiden RI yaitu selama 32 tahun.

Pada tanggal 3 Desember 1998, presiden BJ Habibie menginstruksikan Jaksa Agung AM Ghalib Untuk mengambil langkah-langkah hukum terhadap mantan presiden Soeharto. Namun pada tahun 2006 penyidikan akan kasus Soeharto dihentikan karena kondisi dan fisik Soeharto yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKKP itu dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 11 Mei 2006 namun kemudian dinyatakan tidak sah pada tanggal 12 Juni 2006.

Setelah “Lengser Keprabon”, Soeharto mengalami penurunan kesehatan yang signifikan. Entah itu memang sebelumnya sudah ada penyakit atau karena kasus korupsi yang membelitnya namunyang jelas dilihat dari usia yang sudah uzur wajarlah memang kalau ia mulai dilanda sakit tua.

Pada tanggal 27 Januari 2008, hari minggu pukul 13.10 WIB, Presiden Soeharto meninggal dunia di usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina akibat kegagalan multi organ. Pada pukul 14.35 jenazah diberangkatkan ke kediamannya di jalan Cendana no 8 Menteng Jakarta. Jenazah di makamkan di Astana Giri Bangun, Solo Jawa-Tengah. Itulah akhir dari hidup Soeharto, Presiden Indonesia ke dua. Sekuat-kuatnya manusia akhirnya menyatu juga dengan tanah.

Lanjutkan baca ...
Di Desain Oleh Santoso Hami Joyo