1. Cleaner

Pada menu CCleaner
terdapat sub-menu “Windows” dan “Application”. Sub-menu Windows menyediakan
parameter-parameter file sampah yang akan dihapus
dari sistem/ aplikasi utama Windows, seperti Windows Explorer, sistem, dan
Internet Explorer (IE). Sedangkan pada sub-menu Application terdapat
parameter-parameter file sampah yang akan di
hapus dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang kita Instal maupun bawa’an
Windows. Jika di rasa perlu menambahkan/
mengurangi parameter berikan tanda Check/ Uncheck List pada parameter yang di
sediakan. Seperti “Saved Password”, parameter ini jika di check list maka
password yang tersimpan di browser akan di hapus. Jika Anda tidak
terlalu mengerti, biarkan dalam kondisi default.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah
selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah
dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya
beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah
selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah
dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya
beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
2. Registry
Registry Windows adalah
setingan file yang berisi pengaturan untuk PC Windows Anda – seperti program
apa yang digunakan untuk membuka file HTML, ketika program antivirus harus
dijalankan, atau apa latar belakang (wallpaper) desktop yang Anda gunakan.
Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk
menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian
klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning
selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika
Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada
box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,

Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:

Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk
menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian
klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning
selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika
Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada
box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,
Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:

Jendela konfirmasi ini menawarkan Anda apakah akan melakukan
back-up terlebih dahulu sebelum di hapus atau tidak. Jika tidak ingin melakukan
back-up, klik tombol “No”. Setelah itu akan ada lagi
jendela konfirmasi yang kedua, seperti gambar berikut,


Jendela konfirmasi ini memberikan pilihan apakah item-item akan
di hapus 1 per 1 ataukah akan di hapus dalam sekali klik. Untuk menghapus
keseluruhan item dalam satu kali klik cukup klik tombol “Fix All
Selected Issues”. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama hanya
sekitar 0,sekian detik saja tergantung banyaknya item yang akan di hapus.
3. Tools
Pada menu ini terdapat 4 sub menu dengan funsi yag sama sekali
tidak berhubungan, sebmenu-submenu tersebut adalah Uninstall, Startup, System
Restore, dan Drive Wiper. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan cara
menggunakan fitur-fitur tersebut,
§
Uninstal, fitur ini berfungsi meng-uninstal program-program atau
aplikasi yang pernah Anda instal sebelumnya. Fitur ini amat berguna ketika Anda
ingin meng-uninstal bebrapa aplikasi, karena kita tidak perlu mencari file
uninstaller yang terdapat pada “start menu” maupun “Program file” pada Windows.
Perhatikan gambar berikut,
Untuk
menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang
ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”.
Untuk
menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang
ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”.
§
Startup, ketika
Anda menginstal program, seringkali program tersebut mengatur dirinya sendiri
untuk aktif saat Windows di hidupkan (Start Up). Semakin banyak program
yang langsung aktif ketika windows starting up, maka semakin lama boot time
Windows Pc Anda. Dan pastinya akan semakin besar memory yang di gunakan
sehingga komputer Anda akan menjadi lebih lelet. Windows menyimpan daftar
program untuk memulai secara otomatis dalam Registry. Untuk mengatur program
mana saja yang di ijinkan/ tidak di ijinkan aktif saat windows startup, Anda
tak perlu mengotak-atik registry yang membingungkan. Dengan CCleaner Anda dapat
melakukannya dengan Mudah.
Perhatikan
gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan
list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang
memiliki keterangan “No” merupakan program yang
tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak
aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program
tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk
mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun
Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program
tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program
tersebut melalui shortcut/
start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa
menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin
Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
Perhatikan
gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan
list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang
memiliki keterangan “No” merupakan program yang
tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak
aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program
tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk
mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun
Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program
tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program
tersebut melalui shortcut/
start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa
menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin
Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
§
System Restore, fitur ini berfungsi untuk menghapus “System
Restore Points”. Dalam keadaan default, “System Restore”
akan di aktifkan oleh Windows. Fitur ini secara otomatis melakukan back-up
secara berkala pada system komputer Anda, sehingga jika kemungkinan ada hal-hal
yang tidak di-inginkan, komputer masih memungkinkan di kembalikan seperti
kondisi pada waktu-waktu tertentu. Hasil backup inilah yang
dinamakan “System Restore Point”, semakin banyak
“System Restore Points” yang tersimpan di komputer Anda maka semakin banyak
pula ruang harddisk yang dipakai oleh sistem. Disinalah peran CCleaner, dengan
software ini Anda akan dengan mudah menghapus sebuah atau beberapa buah “System
Restore Point” yang di rasa sudah tidak diperlukan untuk menghemat ruang
harddisk Anda.
§
Drive Wiper, ketika Anda menghapus suatu file dalam harddisk, secara
default Windows hanya menghapus alamat dimana file tersebut disimpan, sehingga
sebenarnya file tersebut masih ada dan masih menempati ruang di harddisk
dan akan terhapus/ ditimpah bila Anda memasukkan file baru ke dalam
harddisk. File-file yang di hapus
meskipun sudah tidak berada di folder “Recycle Bin”masih
memungkinkan untuk di kembalikan menggunakan software-software recovery atau
biasa di sebut software rekonstruksi. 
Penjelasan,

Penjelasan,
1.
Pada bagian Wipe terdapat
dua pilihan yakni Free Space Only dan Entire Drive (all data will be
erased). Free Space Only adalah yang sering digunakan karena hanya
mengosongkan (me-wipe) ruang yang kosong saja, sedangkan Entire Drive adalah
jika anda ingin menghapus seluruh file dalam satu drive/ partisi(hampir sama
dengan format tapi tidak memformat ulang drive) dan tidak dapat
direcovery.
2.
Pada bagian Security
terdapat 4 pilihan yakni Simple Overwrite (1 pass), DOD 5220.22-M (3
passes), NSA (7 passes), dan Gutmann (35 passes). Bagian ini digunakan
untuk melakukan berapa kali anda akan mengoverwrite suatu proses wipe (lebih
banyak pass lebih susah untuk direcovery).
3.
Pada bagian Drive terdapat
sejumlah drive yang terdapat dalam komputer anda.
Langkah-langkah Penggunaan Drive Wiper
4.
Pilih jenis wipe yang
sesuai dengan keinginan Anda (standar adalah free space only, jangan
pilih Entire Drive karena akan menghapus seluruh file pada partisi kecuali
jika Anda memang menginginkannya)
5.
Tentukan tingkat keamanan
(security) proses wipe itu sendiri (standar Simple Overwrite 1 Pass)
6.
Tentukan drive/ partisi
mana yang akan Anda Wipe
7.
Selanjutnya tekan tombol
Wipe
8.
Tunggu hingga proses
selesai, biasanya proses ini memakan waktu yang lama
1. Cleaner

Pada menu CCleaner
terdapat sub-menu “Windows” dan “Application”. Sub-menu Windows menyediakan
parameter-parameter file sampah yang akan dihapus
dari sistem/ aplikasi utama Windows, seperti Windows Explorer, sistem, dan
Internet Explorer (IE). Sedangkan pada sub-menu Application terdapat
parameter-parameter file sampah yang akan di
hapus dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang kita Instal maupun bawa’an
Windows. Jika di rasa perlu menambahkan/
mengurangi parameter berikan tanda Check/ Uncheck List pada parameter yang di
sediakan. Seperti “Saved Password”, parameter ini jika di check list maka
password yang tersimpan di browser akan di hapus. Jika Anda tidak
terlalu mengerti, biarkan dalam kondisi default.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah
selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah
dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya
beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah
selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah
dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya
beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
2. Registry
Registry Windows adalah
setingan file yang berisi pengaturan untuk PC Windows Anda – seperti program
apa yang digunakan untuk membuka file HTML, ketika program antivirus harus
dijalankan, atau apa latar belakang (wallpaper) desktop yang Anda gunakan.
Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk
menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian
klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning
selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika
Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada
box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,

Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:

Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk
menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian
klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning
selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika
Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada
box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,
Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:

Jendela konfirmasi ini menawarkan Anda apakah akan melakukan
back-up terlebih dahulu sebelum di hapus atau tidak. Jika tidak ingin melakukan
back-up, klik tombol “No”. Setelah itu akan ada lagi
jendela konfirmasi yang kedua, seperti gambar berikut,


Jendela konfirmasi ini memberikan pilihan apakah item-item akan
di hapus 1 per 1 ataukah akan di hapus dalam sekali klik. Untuk menghapus
keseluruhan item dalam satu kali klik cukup klik tombol “Fix All
Selected Issues”. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama hanya
sekitar 0,sekian detik saja tergantung banyaknya item yang akan di hapus.
3. Tools
Pada menu ini terdapat 4 sub menu dengan funsi yag sama sekali
tidak berhubungan, sebmenu-submenu tersebut adalah Uninstall, Startup, System
Restore, dan Drive Wiper. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan cara
menggunakan fitur-fitur tersebut,
§
Uninstal, fitur ini berfungsi meng-uninstal program-program atau
aplikasi yang pernah Anda instal sebelumnya. Fitur ini amat berguna ketika Anda
ingin meng-uninstal bebrapa aplikasi, karena kita tidak perlu mencari file
uninstaller yang terdapat pada “start menu” maupun “Program file” pada Windows.
Perhatikan gambar berikut,
Untuk
menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang
ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”.
Untuk
menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang
ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”.
§
Startup, ketika
Anda menginstal program, seringkali program tersebut mengatur dirinya sendiri
untuk aktif saat Windows di hidupkan (Start Up). Semakin banyak program
yang langsung aktif ketika windows starting up, maka semakin lama boot time
Windows Pc Anda. Dan pastinya akan semakin besar memory yang di gunakan
sehingga komputer Anda akan menjadi lebih lelet. Windows menyimpan daftar
program untuk memulai secara otomatis dalam Registry. Untuk mengatur program
mana saja yang di ijinkan/ tidak di ijinkan aktif saat windows startup, Anda
tak perlu mengotak-atik registry yang membingungkan. Dengan CCleaner Anda dapat
melakukannya dengan Mudah.
Perhatikan
gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan
list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang
memiliki keterangan “No” merupakan program yang
tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak
aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program
tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk
mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun
Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program
tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program
tersebut melalui shortcut/
start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa
menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin
Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
Perhatikan
gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan
list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang
memiliki keterangan “No” merupakan program yang
tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak
aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program
tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk
mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun
Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program
tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program
tersebut melalui shortcut/
start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa
menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin
Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
§
System Restore, fitur ini berfungsi untuk menghapus “System
Restore Points”. Dalam keadaan default, “System Restore”
akan di aktifkan oleh Windows. Fitur ini secara otomatis melakukan back-up
secara berkala pada system komputer Anda, sehingga jika kemungkinan ada hal-hal
yang tidak di-inginkan, komputer masih memungkinkan di kembalikan seperti
kondisi pada waktu-waktu tertentu. Hasil backup inilah yang
dinamakan “System Restore Point”, semakin banyak
“System Restore Points” yang tersimpan di komputer Anda maka semakin banyak
pula ruang harddisk yang dipakai oleh sistem. Disinalah peran CCleaner, dengan
software ini Anda akan dengan mudah menghapus sebuah atau beberapa buah “System
Restore Point” yang di rasa sudah tidak diperlukan untuk menghemat ruang
harddisk Anda.
§
Drive Wiper, ketika Anda menghapus suatu file dalam harddisk, secara
default Windows hanya menghapus alamat dimana file tersebut disimpan, sehingga
sebenarnya file tersebut masih ada dan masih menempati ruang di harddisk
dan akan terhapus/ ditimpah bila Anda memasukkan file baru ke dalam
harddisk. File-file yang di hapus
meskipun sudah tidak berada di folder “Recycle Bin”masih
memungkinkan untuk di kembalikan menggunakan software-software recovery atau
biasa di sebut software rekonstruksi. 
Penjelasan,

Penjelasan,
1.
Pada bagian Wipe terdapat
dua pilihan yakni Free Space Only dan Entire Drive (all data will be
erased). Free Space Only adalah yang sering digunakan karena hanya
mengosongkan (me-wipe) ruang yang kosong saja, sedangkan Entire Drive adalah
jika anda ingin menghapus seluruh file dalam satu drive/ partisi(hampir sama
dengan format tapi tidak memformat ulang drive) dan tidak dapat
direcovery.
2.
Pada bagian Security
terdapat 4 pilihan yakni Simple Overwrite (1 pass), DOD 5220.22-M (3
passes), NSA (7 passes), dan Gutmann (35 passes). Bagian ini digunakan
untuk melakukan berapa kali anda akan mengoverwrite suatu proses wipe (lebih
banyak pass lebih susah untuk direcovery).
3.
Pada bagian Drive terdapat
sejumlah drive yang terdapat dalam komputer anda.
Langkah-langkah Penggunaan Drive Wiper
4.
Pilih jenis wipe yang
sesuai dengan keinginan Anda (standar adalah free space only, jangan
pilih Entire Drive karena akan menghapus seluruh file pada partisi kecuali
jika Anda memang menginginkannya)
5.
Tentukan tingkat keamanan
(security) proses wipe itu sendiri (standar Simple Overwrite 1 Pass)
6.
Tentukan drive/ partisi
mana yang akan Anda Wipe
7.
Selanjutnya tekan tombol
Wipe
8.
Tunggu hingga proses
selesai, biasanya proses ini memakan waktu yang lama
1. Cleaner

Pada menu CCleaner
terdapat sub-menu “Windows” dan “Application”. Sub-menu Windows menyediakan
parameter-parameter file sampah yang akan dihapus
dari sistem/ aplikasi utama Windows, seperti Windows Explorer, sistem, dan
Internet Explorer (IE). Sedangkan pada sub-menu Application terdapat
parameter-parameter file sampah yang akan di
hapus dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang kita Instal maupun bawa’an
Windows. Jika di rasa perlu menambahkan/
mengurangi parameter berikan tanda Check/ Uncheck List pada parameter yang di
sediakan. Seperti “Saved Password”, parameter ini jika di check list maka
password yang tersimpan di browser akan di hapus. Jika Anda tidak
terlalu mengerti, biarkan dalam kondisi default.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah
selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah
dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya
beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah
selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah
dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya
beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
2. Registry
Registry Windows adalah
setingan file yang berisi pengaturan untuk PC Windows Anda – seperti program
apa yang digunakan untuk membuka file HTML, ketika program antivirus harus
dijalankan, atau apa latar belakang (wallpaper) desktop yang Anda gunakan.
Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk
menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian
klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning
selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika
Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada
box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,

Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:

Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk
menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian
klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning
selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika
Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada
box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,
Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:

Jendela konfirmasi ini menawarkan Anda apakah akan melakukan
back-up terlebih dahulu sebelum di hapus atau tidak. Jika tidak ingin melakukan
back-up, klik tombol “No”. Setelah itu akan ada lagi
jendela konfirmasi yang kedua, seperti gambar berikut,


Jendela konfirmasi ini memberikan pilihan apakah item-item akan
di hapus 1 per 1 ataukah akan di hapus dalam sekali klik. Untuk menghapus
keseluruhan item dalam satu kali klik cukup klik tombol “Fix All
Selected Issues”. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama hanya
sekitar 0,sekian detik saja tergantung banyaknya item yang akan di hapus.
3. Tools
Pada menu ini terdapat 4 sub menu dengan funsi yag sama sekali
tidak berhubungan, sebmenu-submenu tersebut adalah Uninstall, Startup, System
Restore, dan Drive Wiper. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan cara
menggunakan fitur-fitur tersebut,
§
Uninstal, fitur ini berfungsi meng-uninstal program-program atau
aplikasi yang pernah Anda instal sebelumnya. Fitur ini amat berguna ketika Anda
ingin meng-uninstal bebrapa aplikasi, karena kita tidak perlu mencari file
uninstaller yang terdapat pada “start menu” maupun “Program file” pada Windows.
Perhatikan gambar berikut,
Untuk
menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang
ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”.
Untuk
menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang
ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”.
§
Startup, ketika
Anda menginstal program, seringkali program tersebut mengatur dirinya sendiri
untuk aktif saat Windows di hidupkan (Start Up). Semakin banyak program
yang langsung aktif ketika windows starting up, maka semakin lama boot time
Windows Pc Anda. Dan pastinya akan semakin besar memory yang di gunakan
sehingga komputer Anda akan menjadi lebih lelet. Windows menyimpan daftar
program untuk memulai secara otomatis dalam Registry. Untuk mengatur program
mana saja yang di ijinkan/ tidak di ijinkan aktif saat windows startup, Anda
tak perlu mengotak-atik registry yang membingungkan. Dengan CCleaner Anda dapat
melakukannya dengan Mudah.
Perhatikan
gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan
list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang
memiliki keterangan “No” merupakan program yang
tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak
aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program
tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk
mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun
Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program
tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program
tersebut melalui shortcut/
start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa
menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin
Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
Perhatikan
gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan
list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang
memiliki keterangan “No” merupakan program yang
tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak
aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program
tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk
mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun
Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program
tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program
tersebut melalui shortcut/
start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa
menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin
Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
§
System Restore, fitur ini berfungsi untuk menghapus “System
Restore Points”. Dalam keadaan default, “System Restore”
akan di aktifkan oleh Windows. Fitur ini secara otomatis melakukan back-up
secara berkala pada system komputer Anda, sehingga jika kemungkinan ada hal-hal
yang tidak di-inginkan, komputer masih memungkinkan di kembalikan seperti
kondisi pada waktu-waktu tertentu. Hasil backup inilah yang
dinamakan “System Restore Point”, semakin banyak
“System Restore Points” yang tersimpan di komputer Anda maka semakin banyak
pula ruang harddisk yang dipakai oleh sistem. Disinalah peran CCleaner, dengan
software ini Anda akan dengan mudah menghapus sebuah atau beberapa buah “System
Restore Point” yang di rasa sudah tidak diperlukan untuk menghemat ruang
harddisk Anda.
§
Drive Wiper, ketika Anda menghapus suatu file dalam harddisk, secara
default Windows hanya menghapus alamat dimana file tersebut disimpan, sehingga
sebenarnya file tersebut masih ada dan masih menempati ruang di harddisk
dan akan terhapus/ ditimpah bila Anda memasukkan file baru ke dalam
harddisk. File-file yang di hapus
meskipun sudah tidak berada di folder “Recycle Bin”masih
memungkinkan untuk di kembalikan menggunakan software-software recovery atau
biasa di sebut software rekonstruksi. 
Penjelasan,

Penjelasan,
1.
Pada bagian Wipe terdapat
dua pilihan yakni Free Space Only dan Entire Drive (all data will be
erased). Free Space Only adalah yang sering digunakan karena hanya
mengosongkan (me-wipe) ruang yang kosong saja, sedangkan Entire Drive adalah
jika anda ingin menghapus seluruh file dalam satu drive/ partisi(hampir sama
dengan format tapi tidak memformat ulang drive) dan tidak dapat
direcovery.
2.
Pada bagian Security
terdapat 4 pilihan yakni Simple Overwrite (1 pass), DOD 5220.22-M (3
passes), NSA (7 passes), dan Gutmann (35 passes). Bagian ini digunakan
untuk melakukan berapa kali anda akan mengoverwrite suatu proses wipe (lebih
banyak pass lebih susah untuk direcovery).
3.
Pada bagian Drive terdapat
sejumlah drive yang terdapat dalam komputer anda.
Langkah-langkah Penggunaan Drive Wiper
4.
Pilih jenis wipe yang
sesuai dengan keinginan Anda (standar adalah free space only, jangan
pilih Entire Drive karena akan menghapus seluruh file pada partisi kecuali
jika Anda memang menginginkannya)
5.
Tentukan tingkat keamanan
(security) proses wipe itu sendiri (standar Simple Overwrite 1 Pass)
6.
Tentukan drive/ partisi
mana yang akan Anda Wipe
7.
Selanjutnya tekan tombol
Wipe
8.
Tunggu hingga proses
selesai, biasanya proses ini memakan waktu yang lama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika sobat tidak punya ID komentar dibawah ini, silahkan pilih Anonymous untuk memberikan komentar ataupun sarannya...