Santoso Hami Joyo

Menyorot Pendidikan Riau Setiap Saat dan Mencerdaskan Anak Negeri Dengan Saling Berbagi Ilmu Melalui www.mahasiswariau1.blogspot.com . "Bersama Kita Cerdas Dan Pasti Bisa"

Breaking News

Senin, 14 April 2014

CARA MENGGUNAKAN CCLEANER


1. Cleaner
Pada menu CCleaner terdapat sub-menu “Windows” dan “Application”. Sub-menu Windows menyediakan parameter-parameter file sampah yang akan dihapus dari sistem/ aplikasi utama Windows, seperti Windows Explorer, sistem, dan Internet Explorer (IE). Sedangkan pada sub-menu Application terdapat parameter-parameter file sampah yang akan di hapus dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang kita Instal maupun bawa’an Windows. Jika di rasa perlu menambahkan/ mengurangi parameter berikan tanda Check/ Uncheck List pada parameter yang di sediakan. Seperti “Saved Password”, parameter ini jika di check list maka password yang tersimpan di browser akan di hapus. Jika Anda tidak terlalu mengerti, biarkan dalam kondisi default.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
2. Registry
Registry Windows adalah setingan file yang berisi pengaturan untuk PC Windows Anda – seperti program apa yang digunakan untuk membuka file HTML, ketika program antivirus harus dijalankan, atau apa latar belakang (wallpaper) desktop yang Anda gunakan.
Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,

Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:
Jendela konfirmasi ini menawarkan Anda apakah akan melakukan back-up terlebih dahulu sebelum di hapus atau tidak. Jika tidak ingin melakukan back-up, klik tombol “No”. Setelah itu akan ada lagi jendela konfirmasi yang kedua, seperti gambar berikut,
Jendela konfirmasi ini memberikan pilihan apakah item-item akan di hapus 1 per 1 ataukah akan di hapus dalam sekali klik. Untuk menghapus keseluruhan item dalam satu kali klik cukup klik tombol “Fix All Selected Issues”. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama hanya sekitar 0,sekian detik saja tergantung banyaknya item yang akan di hapus.
3. Tools
Pada menu ini terdapat 4 sub menu dengan funsi yag sama sekali tidak berhubungan, sebmenu-submenu tersebut adalah Uninstall, Startup, System Restore, dan Drive Wiper. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan cara menggunakan fitur-fitur tersebut,
§  Uninstal,  fitur ini berfungsi meng-uninstal program-program atau aplikasi yang pernah Anda instal sebelumnya. Fitur ini amat berguna ketika Anda ingin meng-uninstal bebrapa aplikasi, karena kita tidak perlu mencari file uninstaller yang terdapat pada “start menu” maupun “Program file” pada Windows. Perhatikan gambar berikut,Untuk menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”
§  Startupketika Anda menginstal program, seringkali program tersebut mengatur dirinya sendiri untuk aktif saat Windows di hidupkan (Start Up). Semakin banyak program yang langsung aktif ketika windows starting up, maka semakin lama boot time Windows Pc Anda. Dan pastinya akan semakin besar memory yang di gunakan sehingga komputer Anda akan menjadi lebih lelet. Windows menyimpan daftar program untuk memulai secara otomatis dalam Registry. Untuk mengatur program mana saja yang di ijinkan/ tidak di ijinkan aktif saat windows startup, Anda tak perlu mengotak-atik registry yang membingungkan. Dengan CCleaner Anda dapat melakukannya dengan Mudah.Perhatikan gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang memiliki keterangan “No” merupakan program yang tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program tersebut melalui shortcut/ start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
§  System Restore, fitur ini berfungsi untuk menghapus “System Restore Points”. Dalam keadaan default, “System Restore” akan di aktifkan oleh Windows. Fitur ini secara otomatis melakukan back-up secara berkala pada system komputer Anda, sehingga jika kemungkinan ada hal-hal yang tidak di-inginkan, komputer masih memungkinkan di kembalikan seperti kondisi pada waktu-waktu tertentu. Hasil backup inilah yang dinamakan “System Restore Point”, semakin banyak “System Restore Points” yang tersimpan di komputer Anda maka semakin banyak pula ruang harddisk yang dipakai oleh sistem. Disinalah peran CCleaner, dengan software ini Anda akan dengan mudah menghapus sebuah atau beberapa buah “System Restore Point” yang di rasa sudah tidak diperlukan untuk menghemat ruang harddisk Anda.
§  Drive Wiper, ketika Anda menghapus suatu file dalam harddisk, secara default Windows hanya menghapus alamat dimana file tersebut disimpan, sehingga sebenarnya file tersebut masih ada dan masih menempati ruang di harddisk dan akan terhapus/ ditimpah bila Anda memasukkan file baru ke dalam harddisk.  File-file yang di hapus meskipun sudah tidak berada di folder “Recycle Bin”masih memungkinkan untuk di kembalikan menggunakan software-software recovery atau biasa di sebut software rekonstruksi.  
Penjelasan, 
1.      Pada bagian Wipe terdapat dua pilihan yakni Free Space Only dan Entire Drive (all data will be erased). Free Space Only adalah yang sering digunakan karena hanya mengosongkan (me-wipe) ruang yang kosong saja, sedangkan Entire Drive adalah jika anda ingin menghapus seluruh file dalam satu drive/ partisi(hampir sama dengan format tapi tidak memformat ulang drive) dan tidak dapat direcovery.
2.      Pada bagian Security terdapat 4 pilihan yakni Simple Overwrite (1 pass), DOD 5220.22-M (3 passes), NSA (7 passes), dan Gutmann (35 passes). Bagian ini digunakan untuk melakukan berapa kali anda akan mengoverwrite suatu proses wipe (lebih banyak pass lebih susah untuk direcovery).
3.      Pada bagian Drive terdapat sejumlah drive yang terdapat dalam komputer anda.
Langkah-langkah Penggunaan Drive Wiper
4.      Pilih jenis wipe yang sesuai dengan keinginan Anda (standar adalah free space onlyjangan pilih Entire Drive karena akan menghapus seluruh file pada partisi kecuali jika Anda memang menginginkannya)
5.      Tentukan tingkat keamanan (security) proses wipe itu sendiri (standar Simple Overwrite 1 Pass)
6.      Tentukan drive/ partisi mana yang akan Anda Wipe
7.      Selanjutnya tekan tombol Wipe
8.      Tunggu hingga proses selesai, biasanya proses ini memakan waktu yang lama

1. Cleaner
Pada menu CCleaner terdapat sub-menu “Windows” dan “Application”. Sub-menu Windows menyediakan parameter-parameter file sampah yang akan dihapus dari sistem/ aplikasi utama Windows, seperti Windows Explorer, sistem, dan Internet Explorer (IE). Sedangkan pada sub-menu Application terdapat parameter-parameter file sampah yang akan di hapus dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang kita Instal maupun bawa’an Windows. Jika di rasa perlu menambahkan/ mengurangi parameter berikan tanda Check/ Uncheck List pada parameter yang di sediakan. Seperti “Saved Password”, parameter ini jika di check list maka password yang tersimpan di browser akan di hapus. Jika Anda tidak terlalu mengerti, biarkan dalam kondisi default.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
2. Registry
Registry Windows adalah setingan file yang berisi pengaturan untuk PC Windows Anda – seperti program apa yang digunakan untuk membuka file HTML, ketika program antivirus harus dijalankan, atau apa latar belakang (wallpaper) desktop yang Anda gunakan.
Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,

Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:
Jendela konfirmasi ini menawarkan Anda apakah akan melakukan back-up terlebih dahulu sebelum di hapus atau tidak. Jika tidak ingin melakukan back-up, klik tombol “No”. Setelah itu akan ada lagi jendela konfirmasi yang kedua, seperti gambar berikut,
Jendela konfirmasi ini memberikan pilihan apakah item-item akan di hapus 1 per 1 ataukah akan di hapus dalam sekali klik. Untuk menghapus keseluruhan item dalam satu kali klik cukup klik tombol “Fix All Selected Issues”. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama hanya sekitar 0,sekian detik saja tergantung banyaknya item yang akan di hapus.
3. Tools
Pada menu ini terdapat 4 sub menu dengan funsi yag sama sekali tidak berhubungan, sebmenu-submenu tersebut adalah Uninstall, Startup, System Restore, dan Drive Wiper. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan cara menggunakan fitur-fitur tersebut,
§  Uninstal,  fitur ini berfungsi meng-uninstal program-program atau aplikasi yang pernah Anda instal sebelumnya. Fitur ini amat berguna ketika Anda ingin meng-uninstal bebrapa aplikasi, karena kita tidak perlu mencari file uninstaller yang terdapat pada “start menu” maupun “Program file” pada Windows. Perhatikan gambar berikut,Untuk menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”
§  Startupketika Anda menginstal program, seringkali program tersebut mengatur dirinya sendiri untuk aktif saat Windows di hidupkan (Start Up). Semakin banyak program yang langsung aktif ketika windows starting up, maka semakin lama boot time Windows Pc Anda. Dan pastinya akan semakin besar memory yang di gunakan sehingga komputer Anda akan menjadi lebih lelet. Windows menyimpan daftar program untuk memulai secara otomatis dalam Registry. Untuk mengatur program mana saja yang di ijinkan/ tidak di ijinkan aktif saat windows startup, Anda tak perlu mengotak-atik registry yang membingungkan. Dengan CCleaner Anda dapat melakukannya dengan Mudah.Perhatikan gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang memiliki keterangan “No” merupakan program yang tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program tersebut melalui shortcut/ start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
§  System Restore, fitur ini berfungsi untuk menghapus “System Restore Points”. Dalam keadaan default, “System Restore” akan di aktifkan oleh Windows. Fitur ini secara otomatis melakukan back-up secara berkala pada system komputer Anda, sehingga jika kemungkinan ada hal-hal yang tidak di-inginkan, komputer masih memungkinkan di kembalikan seperti kondisi pada waktu-waktu tertentu. Hasil backup inilah yang dinamakan “System Restore Point”, semakin banyak “System Restore Points” yang tersimpan di komputer Anda maka semakin banyak pula ruang harddisk yang dipakai oleh sistem. Disinalah peran CCleaner, dengan software ini Anda akan dengan mudah menghapus sebuah atau beberapa buah “System Restore Point” yang di rasa sudah tidak diperlukan untuk menghemat ruang harddisk Anda.
§  Drive Wiper, ketika Anda menghapus suatu file dalam harddisk, secara default Windows hanya menghapus alamat dimana file tersebut disimpan, sehingga sebenarnya file tersebut masih ada dan masih menempati ruang di harddisk dan akan terhapus/ ditimpah bila Anda memasukkan file baru ke dalam harddisk.  File-file yang di hapus meskipun sudah tidak berada di folder “Recycle Bin”masih memungkinkan untuk di kembalikan menggunakan software-software recovery atau biasa di sebut software rekonstruksi.  
Penjelasan, 
1.      Pada bagian Wipe terdapat dua pilihan yakni Free Space Only dan Entire Drive (all data will be erased). Free Space Only adalah yang sering digunakan karena hanya mengosongkan (me-wipe) ruang yang kosong saja, sedangkan Entire Drive adalah jika anda ingin menghapus seluruh file dalam satu drive/ partisi(hampir sama dengan format tapi tidak memformat ulang drive) dan tidak dapat direcovery.
2.      Pada bagian Security terdapat 4 pilihan yakni Simple Overwrite (1 pass), DOD 5220.22-M (3 passes), NSA (7 passes), dan Gutmann (35 passes). Bagian ini digunakan untuk melakukan berapa kali anda akan mengoverwrite suatu proses wipe (lebih banyak pass lebih susah untuk direcovery).
3.      Pada bagian Drive terdapat sejumlah drive yang terdapat dalam komputer anda.
Langkah-langkah Penggunaan Drive Wiper
4.      Pilih jenis wipe yang sesuai dengan keinginan Anda (standar adalah free space onlyjangan pilih Entire Drive karena akan menghapus seluruh file pada partisi kecuali jika Anda memang menginginkannya)
5.      Tentukan tingkat keamanan (security) proses wipe itu sendiri (standar Simple Overwrite 1 Pass)
6.      Tentukan drive/ partisi mana yang akan Anda Wipe
7.      Selanjutnya tekan tombol Wipe
8.      Tunggu hingga proses selesai, biasanya proses ini memakan waktu yang lama

1. Cleaner
Pada menu CCleaner terdapat sub-menu “Windows” dan “Application”. Sub-menu Windows menyediakan parameter-parameter file sampah yang akan dihapus dari sistem/ aplikasi utama Windows, seperti Windows Explorer, sistem, dan Internet Explorer (IE). Sedangkan pada sub-menu Application terdapat parameter-parameter file sampah yang akan di hapus dari aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang kita Instal maupun bawa’an Windows. Jika di rasa perlu menambahkan/ mengurangi parameter berikan tanda Check/ Uncheck List pada parameter yang di sediakan. Seperti “Saved Password”, parameter ini jika di check list maka password yang tersimpan di browser akan di hapus. Jika Anda tidak terlalu mengerti, biarkan dalam kondisi default.
Untuk menggunakan fitur ini, yang harus dilakukan pertama kali adalah meng-Klik tombol “Analyze” seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Setelah proses analyze selesai, maka CCleaner akan memberikan sebuah report (laporan) file-file yang akan di hapus berserta informasi besar file-file tersebut dan perkiraan total keseluruhannya. Perhatikan gambar berikut ini,
Langkah selanjutnya untuk membersihakan file-file sampah/ junk file tersebut adalah dengan meng-Klik tombol “Run Cleaner”, seperti yang saya beri tanda panah pada gambar di atas. Tunggu hingga proses cleaning selesai.
2. Registry
Registry Windows adalah setingan file yang berisi pengaturan untuk PC Windows Anda – seperti program apa yang digunakan untuk membuka file HTML, ketika program antivirus harus dijalankan, atau apa latar belakang (wallpaper) desktop yang Anda gunakan.
Seiring waktu, Registry dapat menjadi penuh dengan missing registry atau rusak sebagai akibat dari aplikasi yang Anda instal, uninstal, upgrade, hapus dan update. CCleaner dapat membantu Anda membersihkan Registry sehingga Anda akan memiliki lebih sedikit kesalahan. Sehingga registry akan berjalan lebih Optimal.
Untuk menggunakan fitur ini klik pada menu “Registry” kemudian klik tombol “Scan for Issues”. Setelah proses Scanning selesai, CCleaner akan memberikan informasi item-item yang akan di hapus, jika Anda merasa masih membutuhkan/ tidak menghendaki item tersebut terhapus silakan Uncheck pada box item tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini,

Langkah selanjutnya adalah dengan meng-Klik tombol “Fix selected issues…”, kemudian akan muncul jendela konfirmasi seperti gambar berikut ini:
Jendela konfirmasi ini menawarkan Anda apakah akan melakukan back-up terlebih dahulu sebelum di hapus atau tidak. Jika tidak ingin melakukan back-up, klik tombol “No”. Setelah itu akan ada lagi jendela konfirmasi yang kedua, seperti gambar berikut,
Jendela konfirmasi ini memberikan pilihan apakah item-item akan di hapus 1 per 1 ataukah akan di hapus dalam sekali klik. Untuk menghapus keseluruhan item dalam satu kali klik cukup klik tombol “Fix All Selected Issues”. Proses ini tidak akan memakan waktu yang lama hanya sekitar 0,sekian detik saja tergantung banyaknya item yang akan di hapus.
3. Tools
Pada menu ini terdapat 4 sub menu dengan funsi yag sama sekali tidak berhubungan, sebmenu-submenu tersebut adalah Uninstall, Startup, System Restore, dan Drive Wiper. Berikut ini penjelasan mengenai fungsi dan cara menggunakan fitur-fitur tersebut,
§  Uninstal,  fitur ini berfungsi meng-uninstal program-program atau aplikasi yang pernah Anda instal sebelumnya. Fitur ini amat berguna ketika Anda ingin meng-uninstal bebrapa aplikasi, karena kita tidak perlu mencari file uninstaller yang terdapat pada “start menu” maupun “Program file” pada Windows. Perhatikan gambar berikut,Untuk menggunakannya cukup Sorot pada list aplikasi yang ingin di uninstal dan klik tombol “Run Uninstaller”
§  Startupketika Anda menginstal program, seringkali program tersebut mengatur dirinya sendiri untuk aktif saat Windows di hidupkan (Start Up). Semakin banyak program yang langsung aktif ketika windows starting up, maka semakin lama boot time Windows Pc Anda. Dan pastinya akan semakin besar memory yang di gunakan sehingga komputer Anda akan menjadi lebih lelet. Windows menyimpan daftar program untuk memulai secara otomatis dalam Registry. Untuk mengatur program mana saja yang di ijinkan/ tidak di ijinkan aktif saat windows startup, Anda tak perlu mengotak-atik registry yang membingungkan. Dengan CCleaner Anda dapat melakukannya dengan Mudah.Perhatikan gambar diatas, item dengan keterangan “Yes” merupakan list program yang di ijinkan aktif saat windows satartup, sedangkan yang memiliki keterangan “No” merupakan program yang tidak di ijinkan aktif saat windows startup. Untuk memblokir program agar tidak aktif saat windows startup/ booting, cukup highlight/ sorot list program tersebut dan klik tombol “Disable”. Untuk mengijinkannya lagi, highlight list program kemudian klik tombol “Enable”. Meskipun Anda memblokir program agar tidak aktif saat Windows booting, aplikasi/ program tersebut masih tetap bisa berjalan dengan normal dengan membuka program tersebut melalui shortcut/ start menu windows.Melalui CCleaner Anda juga bisa menghapus list program startup menu, caranya highlight list program yang ingin Anda hapus, kemudian klik tombol “Delete”
§  System Restore, fitur ini berfungsi untuk menghapus “System Restore Points”. Dalam keadaan default, “System Restore” akan di aktifkan oleh Windows. Fitur ini secara otomatis melakukan back-up secara berkala pada system komputer Anda, sehingga jika kemungkinan ada hal-hal yang tidak di-inginkan, komputer masih memungkinkan di kembalikan seperti kondisi pada waktu-waktu tertentu. Hasil backup inilah yang dinamakan “System Restore Point”, semakin banyak “System Restore Points” yang tersimpan di komputer Anda maka semakin banyak pula ruang harddisk yang dipakai oleh sistem. Disinalah peran CCleaner, dengan software ini Anda akan dengan mudah menghapus sebuah atau beberapa buah “System Restore Point” yang di rasa sudah tidak diperlukan untuk menghemat ruang harddisk Anda.
§  Drive Wiper, ketika Anda menghapus suatu file dalam harddisk, secara default Windows hanya menghapus alamat dimana file tersebut disimpan, sehingga sebenarnya file tersebut masih ada dan masih menempati ruang di harddisk dan akan terhapus/ ditimpah bila Anda memasukkan file baru ke dalam harddisk.  File-file yang di hapus meskipun sudah tidak berada di folder “Recycle Bin”masih memungkinkan untuk di kembalikan menggunakan software-software recovery atau biasa di sebut software rekonstruksi.  
Penjelasan, 
1.      Pada bagian Wipe terdapat dua pilihan yakni Free Space Only dan Entire Drive (all data will be erased). Free Space Only adalah yang sering digunakan karena hanya mengosongkan (me-wipe) ruang yang kosong saja, sedangkan Entire Drive adalah jika anda ingin menghapus seluruh file dalam satu drive/ partisi(hampir sama dengan format tapi tidak memformat ulang drive) dan tidak dapat direcovery.
2.      Pada bagian Security terdapat 4 pilihan yakni Simple Overwrite (1 pass), DOD 5220.22-M (3 passes), NSA (7 passes), dan Gutmann (35 passes). Bagian ini digunakan untuk melakukan berapa kali anda akan mengoverwrite suatu proses wipe (lebih banyak pass lebih susah untuk direcovery).
3.      Pada bagian Drive terdapat sejumlah drive yang terdapat dalam komputer anda.
Langkah-langkah Penggunaan Drive Wiper
4.      Pilih jenis wipe yang sesuai dengan keinginan Anda (standar adalah free space onlyjangan pilih Entire Drive karena akan menghapus seluruh file pada partisi kecuali jika Anda memang menginginkannya)
5.      Tentukan tingkat keamanan (security) proses wipe itu sendiri (standar Simple Overwrite 1 Pass)
6.      Tentukan drive/ partisi mana yang akan Anda Wipe
7.      Selanjutnya tekan tombol Wipe
8.      Tunggu hingga proses selesai, biasanya proses ini memakan waktu yang lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika sobat tidak punya ID komentar dibawah ini, silahkan pilih Anonymous untuk memberikan komentar ataupun sarannya...

Di Desain Oleh Santoso Hami Joyo